Pengurus Didominasi Anak Muda, PDIP Makassar Optimis Tambah Kursi di Pemilu 2029

Makassar, Respublica— Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Makassar, Andi Suhada Sappaile, menegaskan arah baru kepengurusan partai setelah dirinya kembali dipercaya memimpin struktur DPC untuk periode selanjutnya.

Sebagai legislator DPRD Makassar, Suhada menekankan bahwa komposisi kepengurusan yang baru kini semakin didominasi kader-kader muda.

ads

Langkah ini dipandang sebagai strategi utama untuk mempersiapkan pertarungan politik di Pemilu 2029 dan memperkuat kembali basis dukungan di akar rumput.

“Saya bilang wajah baru karena kami ingin penyebaran, dan tentunya juga bukan hanya sekedar penyebaran tetapi kami ingin melihat potensi apa yang akan dilaksanakan oleh pengurus-pengurus yang baru ini,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (27/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa keputusan menghadirkan lebih banyak generasi muda juga sejalan dengan arahan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan, yang menekankan pentingnya energi dan kreativitas anak muda dalam struktur partai.

Selain itu, Suhada menuturkan bahwa strategi yang ditekankan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri turut dipegang teguh: kembali bekerja di tengah masyarakat, memperkuat sentuhan langsung di lapisan grassroot, serta memastikan partai hadir dalam setiap dinamika sosial warga.

“Tujuannya, PDI Perjuangan Makassar dapat memulihkan perolehan suara, bahkan menambah kursi pada Pemilu 2029,” ucapnya.

Suhada mengingatkan bahwa pada Pemilu 2024 lalu, PDI Perjuangan di Makassar kehilangan satu kursi dari enam kursi yang sebelumnya diraih pada Pemilu 2019. Hal tersebut, katanya, menjadi alasan mengapa konsolidasi internal dan perebutan basis suara tidak bisa dianggap remeh.

“Sekarang ini kita tidak boleh memandang enteng kepada partai baru. Karena setiap partai ini mengambil suara yang ada pada partai lain dan kami pun seperti itu,” urainya.

“Apalagi banyak (kader) yang lepas dari PDI Perjuangan mungkin saja mereka akan mengambil kantong-kantong suara di sana,” sambung Suhada.

Pada formasi baru ini, PDI Perjuangan Makassar tidak hanya memasukkan lebih banyak kader muda, tetapi juga memperkuat keberadaan perempuan dalam kepengurusan. Jumlah pengurus kini bertambah dari 19 menjadi 21 orang, dengan sekitar sembilan di antaranya merupakan perempuan.

Menurut Suhada, komposisi tersebut bahkan melampaui persyaratan minimal 30 persen keterwakilan perempuan yang ditetapkan partai.

“Karena memang kami diinstruksikan dari DPP untuk meraih suara-suara muda, dan juga jangan lupa dengan keterwakilan perempuan yang 30%,” jelas Suhada.

Ia menegaskan bahwa pemilih milenial dan generasi muda menjadi sasaran penting PDI Perjuangan Makassar dalam upaya memperkuat kembali basis suara menjelang Pemilu 2029.

Comment