Anwar Faruq Ajak Masyarakat Hidupkan Tradisi Belajar Qur’an Melalui Sosialisasi Perda

Makassar, Respublica— Wakil Ketua II DPRD Kota Makassar, Anwar Faruq, S.Kom, MM menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2012 tentang Pendidikan Baca Tulis Al-Qur’an.

Kegiatan untuk angkatan ke-10 ini digelar pada Rabu (3/12/2025) di Hotel Grand Asia dengan menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten di bidangnya.

ads

Hadir sebagai pembicara, Drs. Ruangsah Irwan Wadji, Fathullah Fathoni, serta Al Hafidz Abdul Aziz Anwar, Lc, sementara sesi diskusi dipandu oleh Syuaib Sultan Arifin.

Dalam sambutannya, Anwar Faruq menegaskan bahwa penerapan Perda Baca Tulis Al-Qur’an merupakan upaya menghidupkan kembali semangat masyarakat untuk belajar dan memperbaiki kualitas pemahaman mereka terhadap kitab suci.

“Mudah-mudahan jadi dorongan kita memperbarui bacaan kita, ilmu Al-Qur’an kita. Karena bagaimana kita jadi orang baik kalau tidak belajar Al-Qur’an,” ujarnya.

Ia pun menyampaikan sebuah hadis disebut yang berbunyi sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya untuk menegaskan betapa pentingnya perda ini.

“Makanya saya bersemangat mengambil perda ini. Meskipun ini mengatur untuk anak-anak, tapi perlu rasanya kita juga harus bersemangat mempelajari Al-Qur’an agar nanti bisa mengajarkan anak-anak kita,” lanjutnya.

Anwar Faruq juga berharap kegiatan ini dapat mempererat hubungan antara peserta dan pihak penyelenggara.

“Pertemuan ini harapannya agar kita bisa jalin silaturahmi, karena kami di PKS partai kiai dan santri, partai dunia dan akhirat. Bahagia di dunia dan akhirat,” tuturnya.

Suasana Sosialisasi Perda Baca Tulis Alquran oleh Anwar Faruq.

Sementara itu, Al Hafidz Abdul Aziz Anwar, Lc menekankan pentingnya kesinambungan ilmu Al-Qur’an dalam keluarga.

Ia menyampaikan bahwa pahala akan terus mengalir kepada anak cucu apabila mereka mampu membaca Al-Qur’an, sehingga tidak ada alasan bagi orang tua untuk tidak mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak mereka.

“Semoga kita semua, anak-anak kita, keluarga kita, selain suka baca Al-Qur’an juga mengamalkannya. Jadi akhlak Qur’an, lisannya lisan Qur’an, mengeluarkan kalimat-kalimat baik. Semoga Al-Qur’an jadi penolong di hari akhirat nanti,” ujarnya.

Drs. Ruangsah Irwan Wadji mengingatkan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabat dalam kehidupan sehari-hari, terutama menjelang pergantian tahun.

“Sahabat itu orang yang memberikan pertolongan pada kita. Sudah mau pergantian tahun 2025 ke 2026, seberapa banyak Al-Qur’an sudah dibaca? Bagaimana mau ditolong kalau Al-Qur’an tidak dijadikan sahabat,” ujarnya.

Sementara itu, Fathullah Fathoni menegaskan bahwa negara memang seharusnya memastikan ketersediaan pengajar Al-Qur’an yang berkualitas.

Ia menyampaikan bahwa langkah awal pembelajaran adalah kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik, dan aktivitas membaca tersebut sendiri sudah bernilai ibadah.

“Karena Rasulullah mengatakan orang yang membaca Al-Qur’an dan ia mahir membacanya, maka kelak ia akan bersama para malaikat yang mulia. Itulah kenapa penting kemampuan baca Al-Qur’an, karena ini tangganya. Hal-hal yang harus dikuasai, silakan cari gurunya,” ujarnya.

Comment