Makassar, Respublica— PSM Makassar kembali menelan pil pahit. Bertandang ke Stadion Segiri, Samarinda, tim berjuluk Juku Eja itu harus mengakui keunggulan Borneo FC dengan skor 2-1 pada laga pekan ke-16 Super League, Sabtu (3/1/2026) sore.
Kekalahan ini memperpanjang tren negatif PSM. Tim kebanggaan Sulawesi Selatan itu kini tercatat menelan tiga kekalahan beruntun, setelah sebelumnya tumbang dari Malut United di kandang sendiri pada 21 Desember 2025 dan menyerah di tangan Persib Bandung pada 27 Desember 2025.

PSM sebenarnya memulai laga dengan sempurna. Baru dua menit pertandingan berjalan, Alex Tanque sukses membungkam publik Segiri lewat gol cepatnya. Sempat diperiksa melalui video assistant referee (VAR), gol tersebut akhirnya disahkan dan membawa PSM unggul lebih dulu.
Drama VAR kembali hadir jelang turun minum, namun kali ini merugikan tuan rumah. Gol Joel Vinicius dianulir sehingga Borneo FC harus menerima kenyataan tertinggal 0-1 hingga jeda babak pertama.
Memasuki paruh kedua, Pesut Etam tampil lebih agresif. Tekanan demi tekanan akhirnya berbuah pada menit ke-68. Joel Vinicius menebus kegagalannya lewat sundulan tajam yang tak mampu dijangkau kiper PSM, mengubah skor menjadi 1-1.
Gol tersebut menjadi titik balik pertandingan. Borneo FC kian percaya diri, sementara PSM perlahan kehilangan kontrol permainan. Puncaknya terjadi pada menit ke-88. Joel Vinicius kembali mencatatkan namanya di papan skor dan memastikan kemenangan tuan rumah lewat gol keduanya alias brace.
Skor 2-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Hasil ini menjadi suntikan moral bagi Borneo FC sekaligus membawa mereka naik ke puncak klasemen sementara Liga 1 dengan koleksi 37 poin.
Sebaliknya, PSM Makassar harus puas tertahan di peringkat kesembilan dengan raihan 19 poin, sekaligus menghadapi pekerjaan rumah besar untuk keluar dari tren buruk yang terus membayangi.
Comment