Makassar, Respublica— Pemilihan Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) periode selanjutnya yang dijadwalkan berlangsung pada 14 Januari mendatang di Jakarta ditegaskan sebagai keputusan yang bersifat strategis, terencana, dan sepenuhnya berada dalam koridor tata kelola perguruan tinggi negeri berbadan hukum.
Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa, menekankan bahwa pemilihan lokasi tersebut bukan keputusan insidental, melainkan bagian dari ikhtiar institusional untuk memperkuat posisi Unhas secara nasional.

Menurut Prof. JJ, penyelenggaraan Pilrek Unhas di Jakarta sekaligus menjadi momentum promosi Kampus Unhas Jakarta yang kini tengah dipersiapkan sebagai salah satu simpul penting pengembangan universitas.
“Ini kesempatan memperkenalkan kepada publik bahwa Unhas hadir dan bertumbuh di Ibu Kota Negara. Beberapa program studi sudah siap menerima mahasiswa pascasarjana, baik S2 maupun S3, di Kampus Unhas Jakarta,” ujarnya.
Ia menilai, kehadiran Unhas di Jakarta merupakan bagian dari strategi jangka panjang memperluas jejaring akademik, riset, dan kolaborasi nasional maupun global.
Alasan kedua yang disampaikan Prof. JJ berkaitan dengan efektivitas koordinasi kelembagaan. Pemilihan rektor tersebut rencananya akan dihadiri oleh dua menteri, yakni Menteri Pertanian yang juga merupakan anggota Majelis Wali Amanat (MWA) Unhas secara ex-officio, serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
“Dengan lokasi di Jakarta, koordinasi dan mobilisasi menjadi jauh lebih mudah, tanpa mengurangi substansi dan martabat proses pemilihan itu sendiri,” jelasnya.
Selain itu, Prof. JJ menegaskan bahwa Jakarta memberi ruang yang lebih kondusif bagi kehadiran penuh seluruh anggota MWA, khususnya dari unsur masyarakat.
Nama-nama seperti Tony Wenas, Arsjad Rasjid, dan Prof. Sangkot Marzuki diharapkan dapat hadir secara langsung untuk memastikan bahwa pemilihan rektor berjalan demokratis, objektif, dan akuntabel.
“Kehadiran seluruh unsur MWA adalah jaminan moral dan institusional bahwa proses ini berlangsung dengan baik,” tambahnya.
Ia juga menekankan bahwa penentuan waktu dan tempat pelaksanaan Pilrek Unhas telah melalui proses konsultasi resmi dan memperoleh persetujuan dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Dengan demikian, keputusan tersebut tidak hanya sah secara administratif, tetapi juga sejalan dengan kerangka regulasi dan praktik tata kelola PTN-BH yang berlaku.
Dalam suasana yang teduh, Prof. JJ mengajak seluruh sivitas akademika dan masyarakat luas untuk memandang proses ini secara proporsional dan dewasa.
Ia menegaskan bahwa perbedaan pandangan adalah hal wajar dalam dinamika kampus, namun semangat kolektif untuk menjaga marwah akademik Unhas harus selalu dikedepankan.
“Saya mohon doa dari semua pihak agar Pilrek Unhas berjalan lancar, bermartabat, dan membawa kebaikan bagi masa depan universitas yang kita cintai bersama,” tuturnya.
Prof. Jamaluddin Jompa menegaskan bahwa pemilihan rektor bukan sekadar agenda prosedural, melainkan bagian dari ikhtiar bersama untuk memastikan keberlanjutan Unhas sebagai pusat ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi yang berdaya saing nasional dan global, tanpa kehilangan akar lokal dan nilai-nilai kebangsaan.
Comment