Makassar, Respublica— Wakil Wali Kota Makassar yang juga menjabat sebagai Ketua FKPPI Sulawesi Selatan, Aliyah Mustika Ilham, secara resmi membuka Rapat Pleno Perdana Pengurus Daerah XIX Keluarga Besar FKPPI Sulawesi Selatan.
Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Aerotel Smile, Lantai 6, Jalan K.H. Achmad Dahlan No. 6, Makassar, Jumat (16/1/2026).

Dalam sambutannya, Aliyah Mustika Ilham menyampaikan ucapan Selamat Hari Natal kepada anggota yang merayakan, serta Selamat Tahun Baru 2026 kepada seluruh pengurus dan jajaran senior FKPPI Sulawesi Selatan.
Ia menegaskan bahwa rapat pleno ini memiliki makna strategis, tidak sekadar agenda seremonial, melainkan menjadi ruang silaturahmi sekaligus titik awal pergerakan organisasi dalam menyongsong periode kepengurusan mendatang.
“Sebagai anak kandung yang lahir dari rahim TNI dan Polri, darah perjuangan mengalir dalam tubuh kita. FKPPI Sulsel harus menjadi organisasi kemasyarakatan yang memiliki intelektualitas tinggi, militansi yang terukur, serta solidaritas yang tidak tergoyahkan,” ujar Aliyah Mustika Ilham.
Aliyah Mustika Ilham menekankan perlunya konsolidasi internal yang menyeluruh hingga ke tingkat cabang dan rayon. Selain itu, ia mendorong penguatan struktur organisasi serta penyusunan program kerja yang realistis dan berdampak langsung, baik bagi anggota maupun masyarakat luas, bukan sekadar tertulis di atas kertas.
Ia juga mengajak FKPPI Sulsel untuk terus membangun sinergi aktif dengan pemerintah daerah, TNI–Polri, serta berbagai elemen organisasi lainnya demi menjaga stabilitas dan kondusivitas wilayah Sulawesi Selatan.
Dalam arahannya, Aliyah Mustika Ilham menyoroti sejumlah bidang strategis yang perlu mendapat perhatian serius, antara lain penguatan peran pemuda, mahasiswa, olahraga, GM FKPPI, dan Satgas FKPPI.
Ia juga menyoroti pengembangan peran perempuan serta perlindungan anak melalui Wanita FKPPI, pembentukan HIPWI Sulawesi Selatan melalui bidang ekonomi dan UMKM, serta penguatan kemandirian organisasi.
Ia juga menyampaikan rencana pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang direncanakan digelar pasca-Idulfitri di Kabupaten Bulukumba.
Sementara itu, Dewan Penasehat FKPPI Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), dalam arahannya menekankan pentingnya mengembalikan eksistensi FKPPI di tengah masyarakat. Menurutnya, FKPPI tidak boleh terjebak sebagai organisasi seremonial atau sekadar wadah alumni.
“FKPPI harus kembali menjadi organisasi yang diperhitungkan. Programnya tidak perlu muluk-muluk, tapi menyentuh substansi dan kebutuhan nyata anggota. Rakerda nanti harus menjadi momentum kebangkitan,” ujar IAS.
IAS juga menyoroti pentingnya membangun kemandirian organisasi melalui semangat gotong royong dalam pembiayaan, serta penguatan sistem kaderisasi, khususnya bagi generasi muda, agar FKPPI tetap relevan dan berkelanjutan.
Menjelang penutupan rapat, Aliyah Mustika Ilham kembali menegaskan komitmennya untuk membesarkan FKPPI Sulawesi Selatan dengan menghadirkan eksistensi nyata di tengah masyarakat.
Ia memaparkan sejumlah agenda ke depan, mulai dari kegiatan Ramadhan, buka puasa bersama pembina, halal bihalal, kemah bakti, kegiatan olahraga, hingga sosialisasi program dan aplikasi organisasi kepada anggota.
“Dengan penuh rasa amanah, tawadu, dan istiqamah, saya mohon doa agar dapat memimpin FKPPI Sulsel dengan sebaik-baiknya selama lima tahun ke depan,” tutupnya.
Rapat Pleno Perdana PD XIX FKPPI Sulawesi Selatan kemudian resmi ditutup dengan doa, disertai harapan agar seluruh hasil pleno dapat diwujudkan dalam kerja nyata organisasi.
Kegiatan ini turut dihadiri Wali Kota Makassar periode 2004–2014 yang juga Dewan Penasehat FKPPI Sulsel Ilham Arief Sirajuddin (IAS), Pengurus Pusat FKPPI Andi Ilhamsyah Mattalatta, Sekretaris Nawir Rahman, serta seluruh jajaran pengurus FKPPI Sulawesi Selatan.
Comment