Kondisi TPI Paotere Memprihatinkan Padahal Sumbang PAD, Legislator Minta Perbaikan

Makassar, Respublica— Sekretaris Komisi C DPRD Makassar, Ray Suryadi Arsyad, menilai kondisi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Paotere saat ini sudah memasuki fase darurat dan membutuhkan penanganan serius dari Pemerintah Kota Makassar.

Menurutnya, fasilitas di kawasan tersebut tidak lagi memenuhi standar kelayakan dan berpotensi merugikan pedagang serta berdampak pada kualitas pangan.

ads

Ray menggambarkan situasi TPI Paotere yang kian memprihatinkan. Para pedagang disebut harus beraktivitas tanpa perlindungan memadai dari cuaca. Saat hujan turun, mereka terpaksa berjualan sambil kehujanan, sementara di siang hari harus bertahan di bawah terik matahari.

“Ini memang sudah berada di titik darurat dari sisi perbaikan atau meriset ulang bentuk atau memperbaiki total. Karena sudah sangat mengkhawatirkan,” ujarnya saat ditemui di Kantor Sementara DPRD Makassar, Senin (26/1/2026).

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Makassar perlu segera mengambil langkah konkret. Pasalnya, TPI Paotere bukan sekadar pusat aktivitas ekonomi masyarakat pesisir, tetapi juga berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menurut Ray, kontribusi para pedagang terhadap PAD seharusnya diimbangi dengan perhatian serius berupa perbaikan fasilitas yang layak dan manusiawi.

“Karena di sana itu menghasilkan PAD. Jadi masyarakat di sana memberikan sumbangan pembangunan kepada Kota Makassar, gaji untuk Pemerintah Kota Makassar. Sehingga perlu untuk memberikan feedback,” tegasnya.

Ia bahkan menyebut potensi pendapatan dari TPI Paotere bisa menembus angka lebih dari Rp1 miliar per tahun. Dengan potensi tersebut, Ray menilai sudah sepantasnya pemerintah menghadirkan fasilitas pelelangan ikan yang memenuhi standar kebersihan dan kelayakan.

Terkait upaya pembenahan, Ray mengungkapkan bahwa pihaknya terus melakukan komunikasi dengan Dinas Perikanan Kota Makassar. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan pihak-pihak yang selama ini menangani aset tersebut dan telah mendapatkan respons positif.

“Kemudian ternyata itu luar biasa responnya, artinya kami mendapatkan harapan yang mungkin bisa mengembalikan aset itu kepada Pemerintah Kota Makassar kembali,” katnya.

Ia berharap proses pengembalian dan pengelolaan aset tersebut tidak berlarut-larut. Ray juga mendorong agar kontrak pengelolaan ke depan disepakati dalam jangka waktu yang cukup panjang, baik satu periode maupun dua periode, agar program perbaikan dapat berjalan optimal.

Soal prioritas pembenahan, Ray menilai hampir seluruh aspek di kawasan TPI Paotere membutuhkan perhatian. Mulai dari sanitasi, kualitas air, hingga standar lapak penjualan ikan.

“Karena yang mereka jual adalah bahan pangan, ya produk makanan yang akan kita olah untuk dimasak di dapur kan. Sehingga memang perlu untuk qualified, ya kan kualitas dari tempat perdagangan jualan kita,” ujar legislator Partai Demokrat tersebut.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya ketersediaan es untuk menjaga rantai dingin hasil tangkapan ikan. Dalam kunjungan terakhirnya, Ray mengaku masih menemukan pedagang yang menjajakan ikan langsung di atas lantai.

“Inilah yang menjadi hal-hal untuk dimajukan. Kita kan mau maju nih Makassar kan. Setiap tahun kok masih belum maju kalau tidak kita perbaiki dari sisi itu, sisi-sisi yang menguntungkan dulu ya kan,” ujarnya.

“Tempat ini menguntungkan untuk pemerintah, menguntungkan untuk masyarakat. Kita sama-sama hidup di situ, makanya perlu untuk di-support, ditingkatkan,” tutup Ray.

Comment