Makassar, Respublica— Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin melakukan pelantikan perdana jajaran pejabat struktural pada 2026. Sebanyak 109 aparatur eselon III dan IV resmi dikukuhkan menempati berbagai posisi strategis.
Mulai dari sekretaris dinas, camat, kepala bidang, lurah, hingga kepala subbagian. Dari rangkaian mutasi tersebut, tercatat 13 pejabat ditunjuk sebagai camat baru di wilayah Kota Makassar.

Prosesi pengambilan sumpah jabatan berlangsung khidmat di Tribun Lapangan Karebosi, Makassar, Jumat (6/2/2026). Pelantikan ini menjadi simbol dimulainya babak baru tata kelola pemerintahan kota dengan penekanan pada penyegaran organisasi dan penguatan kinerja aparatur.
Menanggapi mutasi tersebut, Ketua DPRD Kota Makassar, Supratman, menegaskan bahwa pergeseran jabatan yang dilakukan tetap mengacu pada aturan yang berlaku dan tidak dimaksudkan untuk menonaktifkan pejabat tertentu.
“Yang pastinya hampir tidak ada pejabat atau eselon pun yang dilantik atau yang digeser itu dinonjobkan. Itu sesuai dengan arahan Kemendagri bahwa apa yang menjadi aturan itu yang dilakukan oleh Bapak Wali Kota,” ujarnya.
Ia optimistis kehadiran pejabat baru, khususnya camat, akan membawa energi positif dalam pelayanan pemerintahan di tingkat wilayah.
“Insyaallah mereka juga yang dilantik ini, pergeseran ini bukan juga orang yang baru di aparatur sipil negara, tapi mereka punya pengalaman dan siap untuk ditempatkan di mana pun,” lanjutnya.
Menjelang musim hujan dan cuaca ekstrem, tugas camat ke depan dinilai semakin strategis, terutama dalam menghadapi persoalan banjir dan kebersihan kota.
Menjawab pertanyaan wartawan terkait fokus kerja camat baru, Supratman menyebutkan bahwa persoalan persampahan dan banjir menjadi perhatian utama.
“Pastinya, apalagi kemarin itu ada beberapa hal yang menjadi pada saat Rakornas kemarin yang diinstruksikan oleh Bapak Presiden. Paling utama adalah terkait dengan persampahan. Yang kedua terkait dengan banjir,” jelasnya.
Ia menilai kondisi cuaca ekstrem saat ini berpotensi meningkatkan risiko bencana, khususnya banjir, di sejumlah wilayah rawan di Kota Makassar. Beberapa kecamatan seperti Panakkukang, Biringkanaya, Tamalanrea, dan Manggala disebut harus bersiap lebih awal.
Menurut Supratman, camat-camat yang baru dilantik diharapkan segera membentuk tim siaga atau satuan tugas untuk menghadapi potensi bencana, mengingat banjir kerap menjadi persoalan berulang setiap tahun.
“Karena ini adalah tidak enaknya kalau rutin setiap tahun terjadi, walaupun ada mungkin tahun sebelumnya agak kurang airnya, ya tapi kita tidak tahu tahun ini karena cuaca yang begitu sangat ekstrem,” ujarnya.
“Jadi kita berharap camat yang baru dilantik ini paling tidak untuk empat kecamatan itu mesti menyiapkan siaga, tim siaganya atau Satgasnya,” lanjut legislator NasDem itu.
Comment