Cek Blok 10 Perumnas Antang, Appi Cari Solusi Komprehensif Atasi Banjir

Makassar, Respublica— Di tengah ancaman curah hujan yang kerap memicu kekhawatiran warga, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin yang akrab disapa Appi, turun langsung memantau kondisi Perumahan Blok 10 Perumnas Antang, Kecamatan Manggala, Jumat (13/2/2026).

Kunjungan tersebut turut didampingi Ketua TP PKK Melinda Aksa serta Camat Manggala. Peninjauan ini dilakukan sebagai langkah konkret pemerintah kota untuk memastikan kesiapan infrastruktur sekaligus mencari jalan keluar atas persoalan banjir yang selama bertahun-tahun membayangi kawasan itu.

ads

Perumnas Blok 8 dan Blok 10 di Manggala memang dikenal sebagai titik rawan banjir saat musim hujan tiba. Dalam beberapa tahun terakhir, warga bahkan harus bersiap menghadapi kemungkinan mengungsi ketika debit air meningkat drastis.

Meski demikian, pada pemantauan kali ini kondisi kawasan terpantau relatif aman dan belum terlihat genangan seperti yang kerap terjadi sebelumnya.

Sebagai bagian dari penguatan sistem siaga bencana, Pemkot Makassar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah memasang perangkat Early Warning System (EWS) banjir.

Salah satu alat tersebut kini terpasang di Sungai Kajenjeng, Kecamatan Manggala, guna memberikan peringatan dini kepada masyarakat apabila terjadi kenaikan debit air yang signifikan.

Appi menegaskan, pemerintah kota berkomitmen menyusun solusi menyeluruh untuk mengatasi persoalan banjir di Perumnas Antang, khususnya Blok 10. Ia ingin memastikan kesiapan infrastruktur sekaligus memetakan langkah penanganan yang tepat.

“Tujuan kami berada di Kecamatan Manggala, tepatnya di Perumnas Blok 10 Antang, untuk melihat kawasan yang setiap tahun banjir akibat curah hujan. Kami hadir untuk memastikan infrastruktur yang ada di tempat ini dan mencari solusi,” ujar Appi.

Pada musim penghujan akhir 2025 hingga awal 2026 ini, kondisi kawasan dinilai lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tidak tampak genangan besar meski intensitas hujan cukup tinggi.

“Alhamdulillah tahun 2026 ini, kondisinya lebih baik dari tahun sebelumnya. Mudah-mudahan proses pembersihan saluran-saluran seperti drainase akan terus kita lakukan untuk memastikan ada alur air,” tuturnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah sebelumnya telah melakukan survei bersama tim ahli dari Universitas Hasanuddin untuk mengkaji penyebab banjir di wilayah tersebut.

Hasil kajian itu akan kembali ditindaklanjuti sebagai dasar perencanaan lanjutan. “Ini sudah pernah kami survei bersama ahli dari Unhas, sehingga kita mau menindaklanjuti lagi,” jelasnya.

Selain normalisasi drainase, Pemkot Makassar turut mempertimbangkan pembangunan tanggul sebagai opsi jangka panjang. Namun, rencana tersebut masih memerlukan perencanaan teknis yang matang dan perhitungan detail sebelum direalisasikan.

“Ada alternatif untuk membuat tanggul. Nanti kita coba perencanaan untuk menghitung alurnya dan bagaimana desain yang akan dibuat. Mudah-mudahan semua bisa berjalan dengan baik,” tuturnya.

Appi juga menyoroti peran kolam retensi serta Waduk Nipah-Nipah dalam pengendalian banjir di kawasan Manggala. Ia menyebut kapasitas waduk saat ini diperkirakan baru sekitar 33 persen, sehingga diperlukan tambahan kolam retensi untuk memaksimalkan pengendalian air.

Bahkan, muncul wacana alternatif berupa pembebasan sejumlah rumah di titik terdampak paling parah untuk dijadikan kolam retensi baru. Meski demikian, opsi tersebut masih sebatas gagasan yang membutuhkan kajian lebih mendalam.

Dalam waktu dekat, pemerintah kota juga akan menggelar pembersihan massal di Blok 10 Manggala guna memastikan saluran air berfungsi optimal.

Appi mengingatkan bahwa faktor hulu juga menjadi perhatian, sebab pelepasan air dari wilayah atas dapat berdampak pada kawasan hilir meski di Perumnas Antang tidak terjadi hujan.

“Dengan pendekatan kajian teknis yang komprehensif dan keterlibatan para ahli, kita berharap solusi penanganan banjir di Perumnas Antang dapat dirumuskan secara tepat, sehingga warga tidak lagi dihantui banjir, setiap musim hujan tiba,” tutupnya.

Comment