Komisi B Apresiasi Kepatuhan Parkir RM Sop Kepala Ikan Lango-Lango, Ismail: Bisa Jadi Contoh

Makassar, Respublica— Ketua Komisi B DPRD Makassar, Ismail, memberikan apresiasi terhadap kepatuhan Rumah Makan (RM) Sop Kepala Ikan Lango-Lango Pannampu dalam menyetorkan pajak parkir.

Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama sejumlah pengusaha di kantor sementara DPRD Makassar, Jalan Hertasning, Senin (16/3/2026).

ads

Menurut Ismail, Lango-Lango dapat menjadi contoh bagi pelaku usaha lainnya dalam hal kepatuhan terhadap kewajiban parkir, meski skala usahanya tergolong kecil.

“Kita bisa ambil sampel, salah satu pengusaha rumah makan yang kecil tempatnya di Pannampu, yaitu Lango-Lango, dia sanggup bayar parkirannya sampai Rp1.000.000 satu bulan. Itu yang belum cukup setahun, dan ini bisa menjadi contoh bagi yang lain,” ujarnya kepada wartawan.

Sementara itu, Legal Konsultan Sop Kepala Ikan Lango-Lango Pannampu, Adiarsa, menyampaikan bahwa setoran parkir yang dilakukan pihaknya tidak hanya berasal dari retribusi resmi, tetapi juga kontribusi tambahan dari juru parkir.

“Tadi seperti yang sudah disebutkan secara gamblang oleh pimpinan rapat di Komisi B itu, di luar dari retribusi, ada juga yang sifatnya langsung dari tukang parkir sebesar Rp300 ribu per bulan. Berarti ada sekitar Rp1 juta lebih yang disetorkan per bulan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga mendapat apresiasi dari anggota dewan atas kinerja dan kepatuhan yang telah ditunjukkan selama ini.

“Tadi kami mendapat apresiasi dari anggota dewan untuk meningkatkan lagi kinerja karena kami memang menjual dari kecil hingga ramai. Kami menganggap bahwa kami sudah kooperatif untuk masalah parkir tersebut,” lanjut Adiarsa.

Meski baru memiliki satu cabang di Pannampu dengan area parkir yang terbatas, pihak Lango-Lango mengaku terus berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan PD Parkir Makassar untuk memastikan pengelolaan parkir berjalan lancar.

“Baru satu cabang di Pannampu, tapi kita lihat area parkirnya sangat sedikit. Makanya kami selalu terbuka dengan Dinas Perhubungan dan PD Parkir untuk selalu menerima masukan mereka. Kami koordinasi terus supaya parkirannya lancar,” katanya.

Sebagai bentuk inisiatif, pihak rumah makan juga menambah jumlah juru parkir guna meningkatkan pelayanan kepada pengunjung. Saat ini, terdapat lima juru parkir yang disiagakan di lokasi tersebut.

Selain itu, pengelola turut memberikan subsidi kepada para juru parkir, baik dalam bentuk perlengkapan kerja maupun dukungan lainnya.

“Mengenai subsidi gaji, kami menambah setiap hari dari uang pribadi warung, ada juga dari kami. Jadi, meskipun tukang parkir memungut sendiri, mereka tetap setor Rp300 ribu per bulan ke pengusaha, dan selebihnya kami subsidi untuk rompi, topi, sepatu, baju, dan rokok supaya mereka lebih rapi dan semangat,” tutupnya.

Comment