Makassar, Respublica— Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan ketersediaan pangan nasional dalam kondisi aman meski Indonesia menghadapi ancaman fenomena El Nino ekstrem yang kerap dijuluki “Godzilla”.
Fenomena ini diprediksi akan berlangsung mulai April hingga Oktober 2026 dan berpotensi memicu kekeringan di sejumlah wilayah. Amran mengungkapkan, pemerintah telah melakukan perhitungan matang terkait ketahanan stok pangan.

Bahkan, ia bersama jajaran terkait telah dipanggil langsung oleh Presiden Prabowo Subianto untuk membahas kesiapan menghadapi dampak El Nino tersebut.
Menurut Amran, total cadangan pangan nasional saat ini, baik yang tersimpan di gudang Perum Bulog, sektor horeka (hotel, restoran, katering), rumah tangga, maupun yang masih berada di lahan pertanian (standing crop), dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 10 bulan ke depan.
“Artinya apa? Kalau cukup 10 bulan ke depan, itu sekarang ini bulan tiga (Maret) selesai, berarti sembilan bulan sampai Desember cukup. Itu belum dihitung yang akan dipanen,” ujarnya saat ditemui di Hotel Claro, Kamis (26/3/2026).
Lebih lanjut, Amran menjelaskan bahwa produksi pangan tetap berjalan meskipun terjadi El Nino. Ia merujuk pada pengalaman periode 2023–2024, di mana produksi minimal mencapai sekitar 2 juta ton per bulan.
Dengan asumsi produksi berlangsung selama tujuh bulan ke depan, maka total tambahan produksi diperkirakan mencapai 14 juta ton. “Jadi, sedangkan kekeringan hanya 6 bulan. Jadi insyaallah aman,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa perhitungan tersebut belum memasukkan potensi hasil tanam baru yang dilakukan mulai April hingga Desember 2026. Dengan demikian, pemerintah optimistis ketahanan pangan nasional tetap terjaga.
“Tahu stok kita tertinggi hari ini yaitu 4,2 juta ton. Bulan depan itu 5 juta ton. Tidak pernah terjadi, tidak pernah terjadi stok seperti itu selama Republik ini merdeka,” tutupnya.
Comment