DPRD Makassar Ingatkan WFH ASN Bukan Libur dan Tak Ganggu Pelayanan Publik

Makassar, Respublica— Anggota Komisi A DPRD Kota Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso, menanggapi kebijakan pemerintah pusat terkait penerapan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap hari Jumat.

Ketua PKS Makassar itu menilai kebijakan tersebut perlu dilihat secara proporsional dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan, khususnya terkait efektivitas kerja dan pelayanan publik.

ads

Menurutnya, penerapan WFH tidak bisa serta-merta dianggap sebagai solusi tanpa kajian yang matang. Andi Hadi mengakui bahwa kebijakan WFH memiliki tujuan yang jelas.

Salah satunya untuk mendorong efisiensi, termasuk dalam penghematan penggunaan bahan bakar. Namun, ia mengingatkan, kebijakan tersebut harus tetap mengutamakan kepentingan masyarakat, terutama dalam hal pelayanan publik.

“Jangan sampai mereka ke kantor jawabannya ini hari WFH tidak ada pegawainya, itu kan mencederai kepada pelayanan publik,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).

Terkait penentuan hari pelaksanaan WFH, Andi Hadi menilai hal tersebut juga perlu dipertimbangkan secara matang. Ia mencontohkan, jika diterapkan pada hari Jumat, maka berpotensi memperpanjang waktu libur hingga akhir pekan yang dapat mendorong meningkatnya aktivitas di tempat wisata.

Sementara jika diterapkan di hari lain seperti Rabu, juga perlu mempertimbangkan efektivitas waktu kerja yang tersisa.

Sebagai alternatif, ia menyarankan agar pemerintah dapat mencontoh sistem kerja bergiliran seperti yang diterapkan di sejumlah BUMN, di mana pegawai dibagi dalam beberapa shift untuk tetap menjaga keberlangsungan pelayanan.

Namun demikian, ia kembali mengingatkan agar skema tersebut juga dikaji secara mendalam agar tidak menimbulkan persoalan baru di lapangan.

Ia menilai kondisi antara pemerintah pusat dan daerah, termasuk kabupaten/kota, memiliki karakteristik yang berbeda sehingga kebijakan tidak bisa disamaratakan.

“Di kabupaten mungkin banyak santainya orang ya dibandingkan pelayanan di kantor-kantor pusat yang ada. Jangan sampai dianggap WFH itu libur. Ya, itu yang ditegaskan karena kan banyak juga oknum-oknum yang seperti itu,” tutupnya.

Comment