Makassar, Respublica — Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat menuntut dunia pendidikan untuk terus beradaptasi. Tidak hanya guru, siswa juga dituntut memiliki literasi digital yang memadai agar mampu mengikuti proses pembelajaran berbasis teknologi secara efektif.
Merespons tantangan tersebut, tim dosen Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat berupa Workshop Penggunaan Pembelajaran Digital bagi siswa SMAN 23 Makassar, yang digelar pada Kamis (13/11/ 2025)

Kegiatan pengabdian dipimpin oleh Asri Nur Aina, S.Sos., M.AP selaku ketua tim, dengan anggota Nur Fadhilah Umar, S.Pd., M.Pd, Zulfikri, S.Pd., M.Pd, dan Muhammad Ansarullah S Tabbu, S.Pd., M.Pd.
Program ini dilatarbelakangi hasil observasi awal yang menunjukkan bahwa tingkat literasi digital siswa masih beragam. Meski sebagian besar siswa telah memiliki akses terhadap perangkat digital dan internet, pemanfaatannya untuk mendukung proses pembelajaran dinilai belum optimal.
“Masih banyak siswa yang kesulitan mengelola informasi digital, memahami materi pembelajaran berbasis visual, serta memanfaatkan aplikasi digital secara produktif dalam kegiatan belajar,” ujar Asri Nur Aina saat ditemui di sela kegiatan.
Workshop ini dikemas dengan pendekatan interaktif dan berbasis praktik. Selain mengenalkan teknologi pembelajaran, kegiatan ini juga menekankan pentingnya pemahaman kritis terhadap penggunaan media digital di dunia pendidikan.
Dalam pelaksanaannya, tim dosen memperkenalkan aplikasi Powtoon dan Prezi sebagai media pembelajaran alternatif. Kedua aplikasi tersebut dipilih karena dinilai mampu membantu siswa menyajikan materi pelajaran secara visual, ringkas, dan menarik.
“Aplikasi ini mendorong siswa lebih kreatif dan aktif dalam menyampaikan ide, sekaligus meningkatkan daya tarik pembelajaran,” jelas salah satu pemateri workshop.
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa workshop pembelajaran digital ini mampu memperkuat aspek teknis, kognitif, dan motivasional literasi digital siswa. Para peserta terlihat lebih percaya diri dalam memanfaatkan aplikasi digital untuk mendukung proses belajar.
Tim pengabdian UNM menegaskan bahwa penguatan literasi digital tidak cukup hanya dengan menyediakan fasilitas teknologi. “Diperlukan pelatihan yang terstruktur, kontekstual, dan berbasis praktik agar siswa benar-benar mampu memanfaatkan teknologi secara efektif, kritis, dan produktif,” ungkapnya.
Comment