Dituding Sebar Isu Sensitif soal Bencana Sumatra, Ferry Irwandi: Saya Difitnah!

Momen Ferry Irwandi saat terju langsung ke salah satu lokasi terdampak bencana di Sumatra.

Makassar, Respublica—- Konten kreator sekaligus pendiri Malaka Project, Ferry Irwandi, menanggapi keras maraknya pemberitaan yang menuding dirinya menyebarkan isu negatif terkait penanganan bencana di Sumatra.

Sejumlah pakar dan pengamat sebelumnya turut mengkritik Ferry melalui berbagai pemberitaan di media online. Dalam laporan-laporan tersebut, Ferry dituduh menyebarkan informasi mengenai dugaan pemerkosaan di lokasi bencana.

ads

Ia juga dituduh telah mendorong narasi bahwa pemerintah tidak hadir membantu warga terdampak. Sejumlah media online memuat narasi serupa dalam waktu hampir bersamaan, yang menurut Ferry telah mencemarkan nama baiknya.

Melalui akun Instagram pribadinya, Ferry mengunggah tangkapan layar berbagai berita tersebut dan menyatakan bahwa dirinya tengah menjadi korban fitnah. Ia menilai pemberitaan itu tidak berdasar dan memuat informasi yang keliru.

“Hari ini serentak saya difitnah oleh banyak orang dengan narasi yang sama, orang yang berbeda-beda tapi satu kecaman dan narasi, selama ini saya gak peduli tapi untuk yang ini sudah keterlaluan,” tulis Ferry dalam unggahannya.

Ferry menegaskan dua poin utama terkait tuduhan tersebut. Pertama, ia memastikan tidak pernah menyatakan bahwa pemerintah menutup mata terhadap penanganan bencana.

Kedua, ia membantah keras tudingan bahwa dirinya mempolitisasi isu atau membuat konten khusus terkait hal sensitif yang dituduhkan.

Ia menjelaskan, percakapan soal kondisi di Aceh Tamiang hanya muncul dalam siaran langsung penggalangan dana sekitar satu minggu lalu.

Itupun, kata dia, disampaikan oleh seseorang melalui sambungan telepon yang menggambarkan situasi di lapangan. “Sama sekali tidak pernah dinarasikan seperti yang tertulis di media,” ujar Ferry.

Ferry pun meminta media yang telah mempublikasikan berita tersebut untuk melakukan klarifikasi dan verifikasi ulang. Ia berharap pemberitaan yang dinilainya keliru itu dapat diturunkan.

“Teman-teman media yang menulis berita ini, mohon klarifikasi dan verifikasinya, karena sudah bermuatan fitnah ke saya. saya mohon berita ini dapat diturunkan,” tulisnya.

Dalam unggahannya, Ferry juga menyebut bahwa kondisi di lapangan menunjukkan kerja kolaboratif dari berbagai pihak, mulai dari relawan, NGO, pemerintah pusat dan daerah, hingga TNI–Polri.

“Di lapangan, semua pihak berkolaborasi saling bantu, relawan, NGO, pempus, pemda, TNI dan Polri, semua merasa saling berbagi kerja dan berjalan dengan baik, janganlah kayak gini, buat apa,” sambung Ferry.

Belakangan ini, nama Ferry Irwandi menjadi sorotan publik dan mendapat banyak apresiasi. Penggalangan dana untuk korban banjir di Sumatra yang diinisiasi olehnya berhasil mengumpulkan Rp10 miliar hanya dalam 24 jam pada Selasa, 2 Desember 2025.

Tidak berhenti pada penggalangan dana. Ferry juga turun langsung ke lapangan mengantarkan bantuan. Ia menyusuri sejumlah wilayah di Sumatra yang dinilai masih minim tersentuh bantuan untuk memastikan distribusi berjalan tepat sasaran.

Comment