Makassar, Respublica— Perekonomian Kabupaten Luwu Timur (Lutim) mencatat pertumbuhan sebesar 5,36 persen pada Triwulan III 2025 jika dibandingkan Triwulan III 2024 (y-on-y).
Capaian tersebut berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Luwu Timur yang dirilis pada 11 Desember 2025. Dari sisi produksi atau lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi masih ditopang sektor primer (ekstraksi/sumber daya alam).

Kontributor utamanya berasal dari pertambangan dan penggalian. Sektor ini menjadi penggerak utama ekonomi Luwu Timur. Berdasarkan analisis sektoral, seluruh sektor ekonomi mengalami pertumbuhan positif secara tahunan.
Sektor primer mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 6,94 persen, disusul sektor sekunder (manufaktur/industri) sebesar 1,77 persen dan sektor tersier (jasa/layanan) sebesar 1,46 persen.
Tingginya pertumbuhan sektor primer terutama dipengaruhi oleh kinerja kuat lapangan usaha pertambangan dan penggalian. Sementara itu, secara triwulanan (q-to-q), ekonomi Luwu Timur pada Triwulan III 2025 tumbuh sebesar 3,84 persen dibandingkan Triwulan II 2025.
Pertumbuhan positif terjadi pada seluruh sektor. Akselerasi tertinggi dicatat sektor sekunder yang tumbuh sebesar 11,58 persen. Sektor primer tumbuh sebesar 3,47 persen, sedangkan sektor tersier mencatat pertumbuhan yang lebih terbatas.
Dari sisi struktur ekonomi, PDRB Kabupaten Luwu Timur atas dasar harga berlaku pada Triwulan III-2025 tidak mengalami perubahan signifikan. Perekonomian daerah masih sangat didominasi oleh sektor primer dengan kontribusi sebesar 71,28 persen.
Adapun sektor sekunder menyumbang 15,42 persen dan sektor tersier sebesar 13,30 persen. Struktur ini menunjukkan ketergantungan ekonomi yang tinggi terhadap sektor berbasis sumber daya alam.
Secara kumulatif hingga Triwulan III 2025 (c-to-c), ekonomi Luwu Timur tumbuh sebesar 4,25 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Pertumbuhan positif terjadi pada seluruh sektor.
Sektor primer kembali mencatat pertumbuhan tertinggi secara kumulatif sebesar 4,92 persen, disusul sektor sekunder sebesar 2,77 persen dan sektor tersier sebesar 2,54 persen.
Hingga Triwulan III-2025, sektor primer tercatat mengalami percepatan pertumbuhan dibandingkan tahun sebelumnya. Dominasi sektor primer juga tercermin dalam sumber pertumbuhan ekonomi.
Secara tahunan, sektor primer menjadi penyumbang terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi Luwu Timur, seiring dengan laju pertumbuhan yang tinggi dan porsi sektoral yang mendominasi struktur PDRB.
Pada pertumbuhan triwulanan, sektor primer dan sektor sekunder secara bersama-sama menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Meski mampu mendorong pertumbuhan ekonomi secara signifikan, struktur ekonomi yang sangat bertumpu pada sektor primer sekaligus menjadi tantangan jangka panjang.
Ketergantungan yang tinggi terhadap sektor sumber daya alam membuat perekonomian daerah rentan terhadap fluktuasi harga dan produksi, sehingga upaya diversifikasi ekonomi menjadi kebutuhan strategis untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan ke depan.
Comment