Makassar, Respublica— Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali mencatat capaian strategis di kancah internasional melalui pendanaan proposal riset kolaboratif oleh Spanish National Research Council (CSIC) dalam skema Program I-COOP 2025.
CSIC secara resmi menyatakan menerima dan mendanai proposal Unhas sebagai bagian dari penguatan kerja sama riset internasional yang berorientasi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

CSIC atau Consejo Superior de Investigaciones Científicas merupakan badan riset terbesar Spanyol. Fokusnya adalah riset saintifik multidisiplin dan teknologi untuk memajukan keunggulan nasional.
Mengembangkan para peneliti, serta memajukan sektor publik dan swasta. Badan ini berada di bawah Kementerian Sains, Inovasi, dan Universitas Spanyol, serta beroperasi secara global.
Dalam wawancara Jumat (09/01), Prof. Ir. Sumbangan Baja, M.Phil., Ph.D., Ketua Peneliti, menjelaskan bahwa kolaborasi ini bermula dari pembentukan Thematic Research Group (TRG) Universitas Hasanuddin.
Departemen Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, membentuk TRG Geo Spatial for Sustainable Land Use (GIS Land Use). TRG GIS Land Use mengadopsi prinsip ekonomi hijau: memperoleh nilai produksi dan penggunaan lahan optimal, sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya.
Kelompok ini menekankan studi multidisiplin (biofisika, ekonomi, sosial, dan budaya) dalam konteks spasial. Dalam pertemuan awal dengan CSIC melalui Zoom, TRG GIS Land Use Unhas mengusulkan proyek yang mendukung SDGs, khususnya aspek Life on Land (Target 15 SDGs).
Fokusnya pada pengembangan teknologi robotic dan Artificial Intelligence (AI) untuk pemetaan dan analisis penggunaan lahan. Proyek ini bertajuk “Designing a 20-Year Forecasting Framework for Tropical Watershed–Coastal Systems Using Explainable AI and Remote Sensing Data”.
Ia dirancang untuk membangun kerangka pemodelan berbasis AI guna menghasilkan prediksi jangka panjang terhadap dinamika ekosistem tropis.
“Awalnya kami tidak terlalu yakin proposal ini akan didanai, tetapi kami tetap menyusunnya dengan serius. Ternyata respons CSIC sangat positif dan progres kerja sama ini tergolong cepat,” ungkap Prof. Sumbangan.
Prof. Sumbangan menambahkan, kolaborasi ini memiliki makna besar bagi Unhas. “Melalui kerja sama ini, Unhas tidak hanya memperoleh mitra baru, tetapi juga membuka peluang terhubung dengan jejaring riset internasional yang lebih luas.”
Proyek ini dimulai 1 Januari dan akan berlangsung hingga 31 Desember 2027, dengan durasi kerja sama dua tahun bersama mitra Spanyol. Selama periode tersebut, para mitra akan melakukan pertukaran informasi dan sumber daya pendukung riset.
Lokasi penelitian akan dibahas lebih lanjut akhir bulan ini, dengan Kalimantan sebagai salah satu lokasi potensial karena luas dan signifikansi hutan tropisnya.
“Luaran utama dari kerja sama ini adalah publikasi ilmiah bereputasi. Namun lebih dari itu, proyek ini juga memberikan dampak strategis terhadap peningkatan reputasi akademik Unhas,” ujarnya.
“Mitra dari Spanyol berpotensi menjadi academic pair yang memberikan penilaian positif terhadap Unhas dalam jejaring internasional,” tambah Prof. Sumbangan.
Prof. Sumbangan, yang juga Sekretaris Universitas, berharap semakin banyak TRG terdorong mengakses pendanaan riset internasional.
“Proyek ini diharapkan menjadi rujukan sekaligus simpul kolaborasi yang membuka peluang bagi kelompok riset lain untuk bergabung, sehingga skala riset dan pendanaan dapat terus berkembang,” ujarnya.
Comment