Makassar, Respublica— Penemuan fragmen rahang fosil berusia 2,6 juta tahun di timur laut Ethiopia kini mengubah gambaran evolusi manusia awal di Afrika.
Rahang ini berasal dari hominin bipedal, kerabat manusia yang telah punah, dan menunjukkan bahwa spesies ini pernah menjelajah jauh ke utara, ke wilayah yang sebelumnya dihuni hominin lain.

Studi terbaru yang dipublikasikan Rabu (21 Januari) di jurnal Nature, berjudul Afar fossil shows broad distribution and versatility of Paranthropus, mengungkapkan bahwa penemuan ini memberi wawasan baru mengenai distribusi dan adaptabilitas Paranthropus, salah satu genus hominin kuno.
Depresi Afar di timur laut Ethiopia dikenal sebagai salah satu situs paleontologi dan arkeologi paling kaya, yang mendokumentasikan 6 juta tahun evolusi manusia.
Bukti fauna yang melimpah di wilayah ini mengaitkan pola evolusi hominin dengan perubahan palaeo-lingkungan sebagai faktor utama. Meskipun banyak taksa hominin awal ditemukan di Afar, Paranthropus secara mengejutkan belum pernah ditemukan sebelumnya.
Di area penelitian Mille-Logya, para ilmuwan menemukan mandibula parsial yang mereka identifikasi sebagai milik Paranthropus, dengan usia diperkirakan antara 2,5 hingga 2,9 juta tahun.
Rahang ini ditemukan dalam konteks kronologi dan fauna yang jelas, sehingga menjadi salah satu fosil tertua yang dapat dikaitkan dengan Paranthropus.
Hasil ini menunjukkan bahwa sejak kemunculan awalnya, Paranthropus memiliki distribusi geografis lebih luas daripada yang sebelumnya didokumentasikan.
Selama ini, Paranthropus sering dianggap sebagai spesialis makanan keras, sehingga diperkirakan hanya mampu hidup di habitat tertentu.
Namun, penemuan di Afar menunjukkan bahwa genus ini mampu menempati beragam habitat, sama seperti Australopithecus dan Homo awal. Dengan kata lain, ceruk adaptif yang diasumsikan sebelumnya tidak membatasi kemampuan Paranthropus untuk menyebar luas di Afrika Timur.
Menurut para peneliti, temuan ini juga menyoroti betapa sedikit yang diketahui tentang evolusi hominin di Afrika Timur pada periode krusial antara 3 hingga 2,5 juta tahun lalu, saat Paranthropus dan garis keturunan Homo diperkirakan mulai muncul.
Penemuan ini menegaskan kembali pentingnya Afar sebagai wilayah kunci untuk memahami keragaman dan adaptasi manusia purba, sekaligus membuka peluang baru bagi studi evolusi hominin di Afrika.
Sumber Artikel
Alemseged, Z., Spoor, F., Reed, D. et al. Afar fossil shows broad distribution and versatility of Paranthropus. Nature (2026). https://doi.org/10.1038/s41586-025-09826-x
Comment