Makassar, Respublica— Belakangan ini, tabung Whip Pink menjadi perhatian publik setelah dikaitkan dengan meninggalnya selebgram Lula Lahfah.
Peristiwa tersebut memicu rasa ingin tahu masyarakat mengenai apa sebenarnya Whip Pink dan mengapa produk yang dijual bebas itu bisa menimbulkan risiko serius bagi kesehatan.

Berdasarkan keterangan dari laman sains FMIPA Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Whip Pink merupakan tabung berisi nitrous oxide atau N₂O, senyawa kimia berbentuk gas yang lazim digunakan dalam industri makanan dan minuman.
Dalam dunia kuliner, nitrous oxide berfungsi sebagai propelan untuk menghasilkan tekstur lembut pada whipped cream. Gas ini bersifat stabil, tidak berwarna, dan memiliki aroma sedikit manis, sehingga dinilai aman selama digunakan sesuai dengan fungsinya.
Selain di dapur, nitrous oxide juga dikenal luas di dunia medis. Gas ini digunakan sebagai anestesi inhalasi ringan pada prosedur tertentu, seperti perawatan gigi atau tindakan medis yang memerlukan efek penenang.
Dalam praktik medis, penggunaan nitrous oxide dilakukan secara terbatas, dengan dosis terukur, serta berada di bawah pengawasan ketat tenaga kesehatan profesional.
Nitrous oxide juga kerap disebut sebagai “gas tertawa”. Menurut penjelasan ilmiah, sebutan tersebut muncul karena efek N₂O terhadap sistem saraf pusat.
Gas ini bekerja dengan menekan aktivitas saraf tertentu dan memengaruhi pelepasan neurotransmiter, termasuk dopamin, yang dapat menimbulkan rasa rileks, euforia singkat, sensasi ringan di kepala, hingga refleks tertawa tanpa sebab yang jelas.
Namun, efek tersebut bersifat sementara dan tidak dimaksudkan untuk penggunaan di luar prosedur medis. Masalah mulai timbul ketika nitrous oxide disalahgunakan dengan cara dihirup langsung untuk tujuan rekreasional.
Mengacu pada informasi kesehatan dari EMC Healthcare, saat dihirup tanpa pengawasan medis, gas ini dapat dengan cepat masuk ke aliran darah dan memengaruhi otak serta sistem saraf pusat.
Dalam waktu singkat, pengguna dapat merasakan sensasi senang sesaat, kepala terasa ringan, hingga perasaan melayang. Meski efek tersebut cepat menghilang, dampak buruknya bagi tubuh dapat berlangsung lebih lama dan berisiko.
Menghirup nitrous oxide secara langsung dapat menyebabkan tubuh kekurangan oksigen. Jika dilakukan berulang kali atau dalam jumlah besar, kondisi ini berpotensi menimbulkan pusing hebat, sakit kepala, sesak napas, jantung berdebar, hingga kehilangan kesadaran.
Dalam sejumlah kasus, penyalahgunaan N₂O juga dikaitkan dengan gangguan saraf, seperti kesemutan dan mati rasa pada tangan atau kaki, gangguan keseimbangan, kelemahan otot, hingga risiko kelumpuhan.
Dampak jangka panjangnya pun tidak kalah serius. Penyalahgunaan nitrous oxide dapat mengganggu penyerapan vitamin B12, vitamin yang berperan penting dalam menjaga kesehatan saraf dan sumsum tulang belakang.
Kekurangan vitamin ini berisiko menyebabkan kerusakan saraf permanen. Selain itu, nitrous oxide memiliki suhu sangat dingin saat keluar dari tabung, sehingga menghirupnya secara langsung berpotensi menimbulkan luka dingin atau frostbite pada bibir, mulut, dan hidung.
Meski bersifat legal dan dijual bebas, Whip Pink tetap memiliki potensi menimbulkan kebiasaan hingga ketergantungan. Efek euforia yang berlangsung singkat mendorong sebagian pengguna untuk menghirupnya berulang kali. Seiring waktu, kebutuhan dosis pun meningkat, sehingga risiko gangguan kesehatan menjadi semakin besar.
Perbedaan mendasar antara penggunaan medis dan penyalahgunaan terletak pada prosedurnya. Dalam layanan kesehatan, nitrous oxide selalu diberikan dalam campuran oksigen, dengan dosis aman dan pengawasan tenaga medis.
Sebaliknya, dalam praktik penyalahgunaan, gas kerap dihirup dalam kondisi murni tanpa oksigen tambahan, yang dapat menyebabkan kekurangan oksigen ke otak dan berujung pada kondisi berbahaya, bahkan fatal.
Masyarakat diimbau agar tidak menyalahgunakan Whip Pink atau produk sejenis. Produk yang tampak aman dan mudah diperoleh tidak selalu aman jika digunakan di luar peruntukannya.
Masyarakat juga diminta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gejala seperti pusing berat, mati rasa, kesulitan berjalan, atau penurunan kesadaran setelah terpapar zat tersebut.
Ringkasan informasi:
Apa itu Whip Pink?
Whip Pink adalah tabung berisi nitrous oxide (N₂O), gas kimia yang digunakan secara legal di industri kuliner dan dunia medis. Gas ini tidak berwarna, relatif stabil, dan memiliki aroma sedikit manis.
Fungsi Whip Pink
Dalam industri makanan dan minuman, nitrous oxide berfungsi sebagai propelan untuk menghasilkan whipped cream dengan tekstur lembut dan konsisten. Di bidang medis, N₂O digunakan sebagai anestesi inhalasi ringan pada prosedur tertentu dengan pengawasan tenaga kesehatan.
Manfaat Whip Pink
Manfaat Whip Pink dirasakan jika digunakan sesuai peruntukannya. Di dunia kuliner, gas ini membantu efisiensi produksi dan kualitas sajian. Dalam medis, nitrous oxide membantu memberikan efek penenang ringan dan mengurangi rasa nyeri pada pasien dalam prosedur terbatas.
Bahaya Whip Pink
Whip Pink menjadi berbahaya ketika disalahgunakan dengan cara dihirup langsung untuk tujuan rekreasional. Nitrous oxide dapat menyebabkan kekurangan oksigen, pusing, hilang kesadaran, gangguan saraf, hingga risiko kelumpuhan.
Penggunaan berulang berisiko menyebabkan kekurangan vitamin B12 dan kerusakan saraf permanen. Suhu gas yang sangat dingin juga dapat menimbulkan luka dingin pada mulut dan hidung, bahkan berujung fatal bila tanpa pengawasan medis.
Comment