Makassar, Respublica— Anggota DPRD Kota Makassar dari Fraksi PKS, Adi Akbar, menggelar Reses Kedua Masa Sidang Kedua Tahun Sidang 2025/2026 di Jalan Mannuruki 2 Lorong 3 Nomor 2, Rabu (11/2/2026).
Dalam sambutannya, Adi Akbar menegaskan bahwa reses merupakan momentum penting bagi wakil rakyat untuk turun langsung menyerap aspirasi masyarakat tanpa sekat kepentingan.

“Supaya sebagai wakil rakyat kami bisa memberikan saran dan kritik pada pemerintah bagaimana pelayanan di bawah, hadir tanpa ada keberpihakan,” ujarnya.
Reses tersebut turut dihadiri Lurah Mannuruki, Edwin Pahreza, yang menyampaikan persoalan serius terkait pengelolaan sampah di wilayahnya.
Ia mengungkapkan meningkatnya volume sampah, terutama dari sejumlah dapur MBG, serta keterbatasan armada pengangkut.
“Di Mannuruki ada sejumlah dapur MBG, sampahnya luar biasa. Beberapa titik persampahan juga berharap ada penambahan armada sampah,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa Kelurahan Mannuruki saat ini memiliki dua armada sampah serta delapan viar pengangkut sampah, tiga di antaranya rusak berat.
“Jadi mohon pengertiannya, kalau ada sampah tidak terangkut bisa langsung dibawa ke viar kami. Kalau sampah dibungkus baik-baik, nanti dimaksimalkan pelayanannya,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Adi Akbar menyampaikan bahwa pihaknya telah mengusulkan pengadaan armada viar melalui pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD.
“Ada pokok pikiran pengadaan viar 17 unit yang dibagi ke kelurahan di Tamalate untuk menjawab persoalan sampah,” jelasnya.
Selain isu sampah, sejumlah warga juga menyampaikan aspirasi terkait fasilitas lingkungan. Warga RT/RW 03 mengeluhkan pembangunan pos ronda yang belum rampung karena keterbatasan anggaran, termasuk belum adanya lantai dan penerangan.
Persoalan penerangan jalan juga disebut telah diajukan, namun hingga kini belum terealisasi. Selain itu, warga mengeluhkan maraknya kendaraan, termasuk mobil rusak, yang parkir di bahu jalan di kawasan Alauddin 4 sehingga mengganggu arus lalu lintas.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Adi Akbar berjanji akan menindaklanjutinya dengan serius dan berkoordinasi dengan instansi terkait.
“Seingat saya pernah telepon pihak dinas, perasaan itu sudah selesai. Nanti saya ingatkan lagi Dinas Perhubungan soal penerangan,” ujarnya.
Ia juga menyatakan kesiapannya membantu kebutuhan warga secara langsung. “Untuk bantuan semen dan kursi, saya siap,” katanya.
Terkait persoalan parkir liar, Adi Akbar menegaskan perlunya penertiban menyeluruh dengan melibatkan pihak kelurahan.
“Manfaatkan momen ini untuk menertibkan semua supaya tidak ada lagi parkir mobil di pinggir jalan. Nanti Pak Lurah yang eksekusi. Kalau belum bisa, panggil saya, nanti kita amankan,” tegasnya.
Comment