Ismail Klaim Program Sambungan PDAM Gratis Sudah Jalan, Tinggal Sosialisasi Digenjot

Makassar, Respublica— Survei yang dirilis oleh Parameter Publik Indonesia (PPI) mengungkap masih banyak warga Makassar yang belum mengetahui adanya program sambungan PDAM gratis.

Dalam temuan tersebut, sebanyak 36,8 persen responden mengaku tidak tahu sama sekali tentang program itu, sementara 28,3 persen lainnya menyatakan kurang mengetahui.

ads

Menanggapi hasil survei tersebut, Ketua Komisi B DPRD Kota Makassar, Ismail, menyebut temuan itu menjadi perhatian bersama, khususnya dalam hal sosialisasi program kepada masyarakat.

Meski demikian, Ketua Harian Golkar Makassar itu menilai program sambungan air bersih gratis telah berjalan dengan baik di bawah kepemimpinan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham.

Jika masih adanya warga yang belum mengetahui program tersebut, akan menjadi catatan penting untuk Komisi B, terutama bagi PDAM sebagai pelaksana teknis di lapangan.

“Berarti itu nanti kerja-kerjanya PDAM untuk melakukan sosialisasi. Tapi dalam reses saya, reses saya sebagai Ketua Harian Partai Golkar, saya selalu gandeng PDAM untuk mensosialisasikan program ini,” jelasnya.

Ismail menuturkan, dalam delapan titik reses yang ia gelar, pihak PDAM turut hadir memberikan penjelasan langsung kepada warga mengenai mekanisme dan ketentuan program sambungan gratis tersebut.

Ia menegaskan, program ini memiliki sejumlah kriteria dan aturan yang harus dipenuhi calon penerima manfaat. “Salah satu yang saya lihat di situ, masyarakat berpenghasilan rendah,” katanya saat ditanya mengenai syarat penerima program.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa program sambungan gratis ini memang diprioritaskan untuk wilayah Utara Kota Makassar yang hingga kini masih membutuhkan akses air bersih secara merata.

“Kemudian terkait dengan regulasi-regulasi aturan yang diberikan pemerintah lewat PDAM, itu disosialisasikan lewat kemarin waktu saya reses di delapan titik itu,” ungkapnya.

Terkait adanya kritik bahwa sosialisasi belum maksimal dan belum menjangkau seluruh lapisan masyarakat, Ismail memastikan Komisi B DPRD Kota Makassar akan segera memanggil jajaran direksi PDAM untuk melakukan evaluasi sekaligus memperkuat penyebarluasan informasi program.

“Nanti setelah mungkin sebelum Lebaran atau sesudah Lebaran, kita akan panggil PDAM semua direksinya untuk mensosialisasikan program ini. Kebetulan kami Komisi B memang bermitra dengan PDAM,” ujarnya.

Dalam resesnya di Daerah Pemilihan (Dapil) II, Ismail mengaku lebih banyak menyasar kawasan pinggiran seperti Rappokalling bagian Utara, Tallo, Buloa, Panampu, hingga Ujung Tanah. Ia menyebut, kebutuhan utama warga di wilayah tersebut masih berkutat pada persoalan air bersih dan drainase.

“Saya jarang reses di tengah kota. Saya selalu reses di pinggiran-pinggiran Kota Makassar. Saya selalu reses di bagian-bagian yang susah air bersih. Kenapa? Karena apa toh juga gunanya kita duduk di Komisi B kalau program-program ini tidak terealisasi dengan baik,” tegasnya.

Selain mendorong sosialisasi, Ismail juga mengungkapkan bahwa PDAM baru-baru ini telah merealisasikan dua koneksi pipa untuk memperkuat suplai air ke wilayah Utara, yakni sambungan dari pipa 900 ke pipa 400 yang mengarah ke kawasan tersebut.

Ia menjelaskan, persoalan klasik air bersih di Utara Kota sebelumnya dipengaruhi keterbatasan sumber air, terutama saat musim kemarau ketika suplai dari Lekopancing kerap mengering. Dengan adanya koneksi pipa baru tersebut, ia berharap distribusi air bersih ke wilayah pinggiran dapat semakin merata.

“Tapi alhamdulillah kemarin sudah berjalan dengan dua koneksi pipa itu. Mudah-mudahan kita lihat perkembangannya ke depan sampai di mana jaringan airnya bisa memadai di Utara Kota,” pungkasnya.

Comment