Kematian Bayi Tiga Hari, Taufan Pawe Minta RS Paramount Ditutup Permanen

Makassar, Respublica— Kematian bayi berusia tiga hari, Al Fared Zareen Putra Ilhamsyah, anak pasangan Muhammad Ilhamsyah Taufan dan Nura Adiva Faradiba sekaligus cucu Anggota DPR RI Taufan Pawe, berbuntut panjang.

Persoalan tersebut dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi D DPRD Kota Makassar yang digelar Kamis (17/9/2026).

ads

Rapat tersebut dihadiri Taufan Pawe alias TP bersama keluarga korban bayi lainnya, Dinas Kesehatan Kota Makassar, serta manajemen Rumah Sakit Paramount.

Dalam keterangannya kepada wartawan usai RDP, Taufan Pawe mengapresiasi Komisi D DPRD Makassar yang telah memfasilitasi pembahasan terkait kematian cucunya.

Menurut Taufan, RDP tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban publik sekaligus forum untuk mengurai kronologi kejadian yang berujung pada meninggalnya sang cucu.

Ia mengatakan, persoalan tersebut perlu dilihat berdasarkan fakta dan kronologi, tanpa mencampuradukkannya dengan persoalan takdir.

“Itulah sebabnya saya merespons dari Pak Ketua Komisi D dan jajarannya, termasuk juga Wakil Ketua DPRD Kota Makassar, di mana terungkap bahwa persoalan yang terjadi terhadap cucu saya ini, ini di luar takdir ya. Takdir itu urusan Ilahi,” ujarnya.

Taufan menilai kronologi kejadian menjadi bagian penting untuk mengetahui rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum kematian bayi tersebut.

“Nah, kronologis kejadian ini yang mengakibatkan dan terjawabnya kematian itu, kita tentu harus menerima secara rasionil, faktual,” katanya.

Dalam RDP tersebut, Taufan juga menyinggung adanya persoalan lain yang menurutnya terjadi di Rumah Sakit Paramount. Ia menyebut telah mengetahui adanya sejumlah kejadian yang menurutnya diduga berkaitan dengan malapraktik.

“Dan lagi-lagi, maaf, Rumah Sakit Paramount ini bukan hanya persoalan cucu saya, tapi sudah banyak rangkaian kejadian-kejadian, tindakan-tindakan di rumah sakit itu yang diduga telah melakukan malapraktik,” ucapnya.

Ia juga mengaku baru mengetahui bahwa DPRD Makassar sebelumnya telah memberikan SP2 terkait persoalan rumah sakit tersebut.

“Bahkan saya baru tahu tadi, Pak Dewan, DPR, legislatif, wakil rakyat sudah memberikan SP2. Artinya sudah ada rangkaian-rangkaian kejadian yang cukup memprihatinkan,” tuturnya.

Atas rangkaian persoalan yang dibahas dalam RDP, Taufan berharap tidak ada lagi masyarakat yang menjadi korban akibat pelayanan kesehatan yang dinilainya belum memadai.

Taufan juga menyinggung penjelasan Dinas Kesehatan Makassar dalam RDP mengenai kondisi sarana dan prasarana Rumah Sakit Paramount. Menurut dia, penjelasan tersebut menunjukkan masih terdapat keterbatasan fasilitas di rumah sakit tersebut.

Ia menilai RDP tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan DPRD terhadap pelayanan publik.

“Ya, luar biasa DPRD Kota Makassar dalam menjalankan fungsi-fungsi pengawasannya dan mudah-mudahan di sektor lain juga. Saya mengajak, marilah kita fokus kalau berkaitan dengan pelayanan publik, kita tidak boleh main-main,” katanya.

Saat ditanya mengenai sanksi hingga kemungkinan pencabutan izin Rumah Sakit Paramount, Taufan menyatakan dirinya berpandangan agar rumah sakit tersebut ditutup permanen.

“Saya sih berpendapat, saya tegas tadi, karena sudah ada rangkaian-rangkaian kejadian yang mengakibatkan masyarakat korban, maka sebaiknya ditutup secara permanen. Ditutup!” tegasnya.

Meski demikian, Taufan menyerahkan keputusan tersebut kepada Komisi D DPRD Makassar dan menegaskan kehadirannya dalam RDP bukan sebagai anggota dewan, tetapi sebagai keluarga korban.

“Biarlah beliau-beliau yang berdiskusi, saya tidak mau me-intervensi. Saya hadir di sini tidak ada atribut sebagai anggota dewan, saya hadir di sini sebagai kakek dari cucu saya yang saya cintai, cucu pertama saya ini,” pungkasnya.

Comment