Luwu Timur, Respublica— Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan program bantuan, khususnya bedah rumah, benar-benar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Hal tersebut ditegaskan saat melaksanakan kegiatan Safari Ramadan di Kecamatan Malili, Jumat (6/3/2026). Irwan menyampaikan bahwa pola pemberian bantuan bedah rumah kini tidak lagi disamaratakan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Pemerintah daerah, kata dia, telah menginstruksikan dinas terkait agar penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan tingkat kebutuhan riil di lapangan.
“Tidak menutup kemungkinan kalau di Malili, daerah Tarabi, Lakawali, dan sekitarnya, kalau di sana banyak yang memang butuhkan bedah rumah, di sana yang nantinya akan banyak mendapatkan,” lanjutnya.
Dengan kebijakan baru ini, pembagian kuota bantuan yang sebelumnya dipatok merata, seperti 10 unit per wilayah, tidak lagi diberlakukan. Irwan menegaskan bahwa pendekatan yang digunakan kini lebih fleksibel dan berbasis kebutuhan.
“Kecamatan desa-desa yang lain, karena ada beberapa kecamatan termasuk desa tidak lagi membutuhkan bedah rumah, sehingga persentase pembagian bedah rumah yang kemarin 10, itu kita tidak berlaku lagi,” jelasnya.
Selain perubahan skema distribusi, Irwan juga mengungkapkan adanya peningkatan nilai bantuan bedah rumah. Jika sebelumnya bantuan hanya sebesar Rp10 juta, kini nilainya telah dinaikkan menjadi Rp20 juta per unit tanpa potongan apa pun.
“Bedah rumah yang sebelumnya Rp 10.000.000, saat ini sudah mencapai Rp 20.000.000 dan tanpa potongan apapun yang sampai datang lagi orang kajili potongan ini pak, yang jelas nilainya harus mencapai 20.000.000,” tegasnya.
Comment