Makassar, Respublica— Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kembali mempercayakan tongkat kepemimpinan DPW PKB Sulawesi Selatan kepada Azhar Arsyad untuk masa bakti 2026–2031.
Dengan keputusan ini, Azhar resmi melanjutkan kepemimpinannya untuk periode ketiga sejak pertama kali menakhodai PKB Sulsel pada 2013.

Penetapan tersebut diputuskan usai DPP PKB merampungkan seluruh rangkaian Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) yang berlangsung di Jakarta pada Sabtu (24/1/2026).
Sebagai tindak lanjut, DPP PKB dijadwalkan menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan DPW PKB Sulsel pada 1 Februari 2026.
Menanggapi keputusan tersebut, Ketua Fraksi PKB DPRD Makassar, Andi Makmur Burhanuddin, menilai Azhar Arsyad masih menjadi sosok sentral yang mampu menjaga soliditas internal partai.
“Masih kami anggap sebagai tokoh yang mampu mempersatukan seluruh elemen yang ada di PKB,” ujarnya saat ditemui di Kantor Sementara DPRD Makassar, Senin (26/1/2026).
Menurut Andi Makmur, terpilihnya kembali Azhar bukan semata-mata karena ambisi pribadi, melainkan dorongan kolektif dari struktur partai di daerah.
“Artinya terpilihnya itu bukan karena dia sebagai orang yang mau tetapi memang DPC secara ikhlas masih menginginkan karena figurnya dia mampu mengakomodir semua kelompok-kelompok yang ada di dalam jejaring Partai Kebangkitan Bangsa,” ujarnya.
Ia pun menegaskan bahwa keputusan DPP PKB tersebut sudah sangat tepat, terlebih dengan capaian elektoral PKB Sulsel dalam beberapa tahun terakhir.
“Sangat tepat. Oppo kembali. Apalagi bertambah kursi PKB, apalagi bertambah unsur pimpinan di kabupaten/kota saya pikir itu prestasi yang luar biasa,” katanya.
Lebih jauh, Andi Makmur berharap Azhar Arsyad ke depan dapat mengambil peran politik yang lebih besar, baik di tingkat nasional maupun daerah.
“Ya harapan kita untuk Kak Ashar ya tentu kita berharap Kak Ashar bisa punya status politik, maksud saya begini ada jabatan politik yang kemudian dia bisa misalnya menjadi anggota DPR RI atau misalnya maju kembali di eksekutif,” ujarnya.
Saat ditanya mengenai peluang maju ke jabatan eksekutif, Andi Makmur menilai ruang tersebut terbuka luas dan sangat memungkinkan.
“Pilihannya dua, bisa menjadi status politik eh apa jabatan politiknya misalnya DPR RI atau bisa maju ke eksekutif. Wah jadi apa saja mana saja yang bisa. Yang penting harus ada jabatan politik,” pungkasnya.
Comment