Temui Warga Mannuruki, Ari Ashari Ilham Siap Kawal Lampu Jalan Hingga CCTV

Makassar, Respublica— Anggota DPRD Kota Makassar dari Fraksi NasDem, Ari Ashari Ilham, kembali turun menyapa konstituennya dalam agenda reses kedua masa persidangan kedua tahun sidang 2025–2026.

Kegiatan serap aspirasi tersebut berlangsung di titik ketiga, BTN Tabaria Blok B, Kelurahan Mannuruki, Kecamatan Tamalate, yang merupakan bagian dari Daerah Pemilihan (Dapil) V meliputi Kecamatan Mamajang, Mariso, dan Tamalate, pada Kamis (12/02).

ads

Reses berlangsung dalam suasana dialogis. Warga, tokoh masyarakat, hingga pengurus wilayah memanfaatkan forum tersebut untuk menyampaikan langsung persoalan yang dihadapi di lingkungan mereka, mulai dari layanan dasar, infrastruktur, hingga keamanan wilayah.

Reses menjadi forum seremonial yang tidak hanya menampung aspirasi, tetapi juga memperkuat komitmen wakil rakyat dalam mengawal kebutuhan dasar masyarakat. Berbagai usulan yang mengemuka akan dibawa ke forum pembahasan legislatif untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan skala prioritas pembangunan daerah.

Ketua LPM Kelurahan Mannuruki, Syarif, menjadi salah satu yang menyampaikan aspirasi secara terbuka. Ia menegaskan persoalan sampah masih menjadi problem paling mendesak di wilayahnya.

“Masalah yang paling krusial adalah sampah. Ini yang paling urgen kita hadapi hampir tiap hari, karena keterbatasan armada, baik Viar maupun truk,” ujarnya.

Menurutnya, volume sampah di Mannuruki meningkat signifikan, salah satunya dipicu aktivitas dapur gizi (MDG) yang beroperasi di wilayah tersebut.

“Ada lima MDG di Mannuruki, produksinya besar. Satu saja bisa sampai 3.000 packs. Tapi tentu ini program baik karena menyangkut gizi anak, jadi bukan untuk dipersoalkan, melainkan kita pikirkan solusinya bersama,” jelasnya.

Ia juga menyinggung kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang disebut sudah mendekati ambang batas, diperparah keterbatasan armada pengangkut sehingga harus dipikirkan matang-matang penganan sampah.

“Truk hanya dua, minimal tiga. Viar delapan tapi dua rusak, jadi enam yang bergerak meng-cover delapan RW. Itu sangat kewalahan,” tambah Syarif.

Selain sampah, persoalan keamanan lingkungan (kamtibmas) turut menjadi perhatian. Mannuruki, kata dia, masih tergolong rawan sehingga kebutuhan penerangan jalan dan pengawasan berbasis CCTV menjadi prioritas usulan warga dalam Musrenbang.

“Mayoritas usulan kami lampu jalan dan CCTV. Kami mohon Pak Dewan bisa mengawal realisasinya,” katanya.

Aspirasi lain yang mengemuka adalah persoalan drainase. Warga mengeluhkan genangan hingga banjir yang terjadi meski hujan deras hanya berlangsung singkat.

Saluran air yang sempit, sedimentasi tinggi, serta gorong-gorong berdiameter kecil disebut menjadi penyebab utama. Bahkan beberapa jalur pembuangan air tertutup tiang dan bangunan, sehingga aliran hanya bertumpu pada satu sisi saluran.

Menambah daftar aspirasi, warga Mannuruki 9, Ina, mengusulkan inovasi pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat melalui pembentukan bank sampah.

“Kalau ada bank sampah, saya yakin warga pasti ikut menyetor. Jadi sampah di depan rumah bisa berkurang karena ada wadahnya,” ujarnya.

Ia mengaku persoalan sampah bahkan kerap memicu konflik antarwarga akibat kebiasaan menitip atau membuang sampah sembarangan.

Menanggapi seluruh aspirasi tersebut, Ari Ashari Ilham menegaskan komitmennya untuk mengawal kebutuhan warga, khususnya terkait penerangan jalan dan CCTV yang dinilai mendesak dari sisi keamanan.

“Untuk lampu jalan jangan menunggu Musrenbang. Foto saja titik tiangnya pakai aplikasi, biasanya paling lambat satu minggu sudah terpasang,” tegasnya di hadapan warga.

Terkait persoalan sampah, ia mengakui keterbatasan armada masih menjadi kendala di banyak kelurahan. Namun, ia memastikan pemerintah kota telah mengalokasikan anggaran penambahan armada pada tahun 2026.

“Insyaallah tahun ini sudah dianggarkan penambahan truk dan Viar, termasuk untuk Tamalate. Nanti kami ingatkan kecamatan agar Mannuruki jadi perhatian,” ujarnya.

Untuk penanganan drainase, Ari menyebut sebagian pekerjaan dapat segera ditindaklanjuti tanpa menunggu proses penganggaran besar, khususnya pengerukan sedimen dan pembukaan saluran tersumbat.

“Setelah masa reses kita turun lapangan. Saya panggil Kabid Drainase PU supaya yang bisa dieksekusi langsung kita kerjakan,” katanya.

Ia bahkan mencontohkan penanganan serupa yang telah dilakukan di wilayah lain di Tamalate dengan menurunkan alat berat untuk membuka kanal tersumbat.

Sementara terkait usulan bank sampah, Ari membuka peluang percepatan realisasi selama warga telah menyepakati lokasi dan struktur pengelolanya.

“Kalau tempat dan pengurusnya disepakati, hari itu juga bisa kita bentuk. Memang ada dukungan bantuan untuk pembentukan bank sampah,” tukasnya.

Comment