Mafindo Makassar Latih 200 Pelajar dan Mahasiswa Lewat Program AI Ready ASEAN

Makassar, Respublica— Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Wilayah Makassar sukses melaksanakan kegiatan Implementasi Pelatihan AI Ready ASEAN secara daring pada Sabtu, 31 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti sebanyak 200 siswa dan mahasiswa dari berbagai instansi pendidikan.

Pelatihan tersebut digelar untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), mulai dari konsep dasar hingga aspek etika dalam pemanfaatannya.

ads

Para peserta dibekali wawasan agar tidak hanya mampu menggunakan teknologi AI, tetapi juga memahami risiko, tanggung jawab, serta implikasi sosial dari penggunaannya.

Program AI Ready ASEAN sendiri merupakan kelanjutan kemitraan antara ASEAN Foundation dan Google.org. Inisiatif ini bertujuan membekali masyarakat dengan keterampilan yang relevan di tengah perkembangan teknologi AI yang kian pesat. Secara regional, program ini dijalankan di 10 negara ASEAN dengan target menjangkau lebih dari 5,5 juta warga.

Di Indonesia, AI Ready ASEAN menggandeng sejumlah Learning Implementation Partner (LIP), antara lain Mafindo, Ruangguru, Kaizen, Coding Bee, serta Bebras.

Pelatihan AI Ready ASEAN menyasar berbagai kalangan, mulai dari siswa dan mahasiswa, guru, hingga orang tua. Kurikulum yang disusun dirancang untuk membangun literasi dan kompetensi dasar AI bagi empat kelompok utama, yakni pemuda (youth), orang tua (parents), pendidik (educators), serta master trainer.

Materi pelatihan dikelompokkan ke dalam empat kategori, yaitu Dasar-Dasar AI (AI Fundamental), Penggunaan dan Implementasi AI (AI Usage & Implementation), Etika, Privasi, dan Keamanan AI (AI Ethics, Privacy & Security), serta Pengajaran tentang AI (Teaching About AI).

Selain sesi pelatihan daring, program ini juga menyediakan akses pembelajaran berkelanjutan melalui platform Learning Management System (LMS) yang dapat diakses di laman institute.mafindo.or.id. Melalui platform tersebut, peserta dapat mempelajari materi secara fleksibel sesuai kebutuhan masing-masing.

Koordinator Wilayah Mafindo Makassar, Andi Fauziah Astrid menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi muda menghadapi era transformasi digital.

Ia menegaskan, literasi AI bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga kesadaran etis dalam memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab.

“Kami ingin peserta tidak hanya menjadi pengguna AI, tetapi juga memahami bagaimana teknologi ini bekerja, apa dampaknya, serta bagaimana menggunakannya secara bijak dan aman,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus menjangkau lebih banyak kalangan, sehingga masyarakat semakin siap beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang terus berubah cepat.

Comment