Makassar, Respublica— Dukungan terhadap Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menjelang Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan terus menguat. Mayoritas DPD II Partai Golkar di Sulsel kini telah resmi menyampaikan dukungan tertulis.
Dukungan terbaru datang dari DPD II Partai Golkar Kabupaten Luwu Utara. Informasi tersebut dibenarkan oleh Sekretaris DPD I Partai Golkar Makassar, Andi Suharmika.

Ia mengungkapkan, rekomendasi dukungan dari Golkar Luwu Utara diterimanya sejak Minggu malam (11/1/2026) dan langsung diteruskan kepada Munafri Arifuddin.
“Luwu Utara sudah memberikan dukungan Minggu malam. Saya terima dan langsung saya teruskan ke Pak Appi,” ujar Suharmika, Senin (12/1/2026).
Wakil Ketua DPRD Kota Makassar itu menjelaskan, penyerahan rekomendasi tersebut berlangsung dalam sebuah pertemuan di Jakarta.
Dalam pertemuan itu, Ketua DPD II Golkar Kabupaten Takalar, Zulkarnain Arief, secara khusus diutus untuk menyerahkan rekomendasi dukungan dari Golkar Luwu Utara kepada Munafri Arifuddin.
“Pertemuannya kemarin sore di Jakarta. Pak Zulkarnain Arief yang menyerahkan rekomendasi itu dan saya baru menerima kirimannya semalam,” jelasnya.
Dengan bergabungnya Luwu Utara, Suharmika menegaskan bahwa dukungan struktural terhadap Munafri Arifuddin kini telah mencapai 20 DPD II Partai Golkar se-Sulawesi Selatan.
Rekomendasi resmi tersebut berasal dari DPD II Golkar Kota Makassar, Takalar, Bulukumba, Bantaeng, Kepulauan Selayar, Jeneponto, Gowa, Sinjai, Maros, Kota Palopo, Pangkep, Soppeng, Wajo, Sidrap, Enrekang, Luwu, Tana Toraja, Toraja Utara, Luwu Timur, serta terakhir Luwu Utara.
Selain dukungan dari DPD II kabupaten/kota, kekuatan politik juga diperkuat oleh organisasi pendiri dan organisasi sayap Partai Golkar yang memiliki hak suara dalam Musda, meski perhitungannya digabung dalam satu suara.
“Kalau Luwu Utara sudah masuk, totalnya 20 DPD II. Ditambah organisasi pendiri itu hitungannya lima tapi hanya satu suara. Dari organisasi sayap, yang baru kami dapatkan satu dari Al Hidayah,” ujarnya.
Ia menambahkan, dukungan dari organisasi sayap Golkar lainnya akan diserahkan secara langsung kepada Munafri Arifuddin dalam waktu dekat sebagai bagian dari konsolidasi menjelang Musda.
Meski demikian, masih terdapat empat DPD II yang belum menyerahkan dukungan tertulis, yakni DPD II Golkar Kabupaten Bone, Pinrang, Barru, dan Kota Parepare. Suharmika mengaku optimistis dukungan dari keempat DPD II tersebut akan segera menyusul.
“Sekarang ini belum, kami optimis kedepan akan semua bergabung. Kami masih melakukan komunikasi politik dengan ketua-ketua DPD II yang belum memberikan dukungan. Masih dalam tahap komunikasi. Insyaallah bisa lengkap 24 DPD II,” kata Suharmika.
Ia berharap Musda Golkar Sulsel dapat segera dilaksanakan agar konsolidasi partai berjalan maksimal dan arah kepemimpinan Partai Golkar Sulsel lima tahun ke depan dapat segera ditetapkan.
“Kita berharap pelaksanaan Musda Golkar Sulsel di 2026 bisa secepatnya, penetapan tanggal pelaksana oleh DPP,” pungkasnya.
Sebelumnya, pengamat politik sekaligus Direktur Nurani Strategic Consulting, Dr. Nurmal Idrus, menilai soliditas dukungan DPD II terhadap Munafri Arifuddin sebagai sinyal positif bagi masa depan Partai Golkar di Sulawesi Selatan.
“Bertambahnya dukungan dari mayoritas DPD II ini semakin mempertegas posisi Munafri Arifuddin sebagai figur kuat dan potensial dalam kontestasi Musda Golkar Sulsel, dipercayakan mengembalikan kerjaan Golkar di Sulsel,” ujarnya.
Ia menyebut, derasnya dukungan dari DPD II juga mencerminkan kuatnya harapan kader di daerah terhadap kepemimpinan yang mampu membawa Partai Golkar semakin solid.
Soliditas suara DPD II tidak hanya menunjukkan kekuatan basis Munafri Arifuddin di tingkat akar rumput partai, tetapi juga menjadi indikator kebangkitan dan penguatan kembali Partai Golkar ke depan.
“Bertambah dukungan dari struktur partai di tingkat kabupaten dan kota ke pak Appi menunjukkan adanya tekad soliditas internal sehat kedepannya,” tutupnya.
Comment