Kopi Tak Selalu Buruk, Ini Manfaatnya Jika Diminum Sewajarnya

Makassar, Respublica–– Bagi banyak orang, kopi adalah bagian tak terpisahkan dari pagi hari. Aromanya menjadi penanda awal aktivitas, sementara kafeinnya membantu mata terbuka dan pikiran fokus.

Tak heran jika kopi menjadi salah satu minuman paling populer di dunia. Di Amerika Serikat saja, lebih dari 60 persen penduduknya mengonsumsi kopi setiap hari.

ads

Namun, selama bertahun-tahun kopi kerap dipandang dengan curiga. Ia pernah dituduh sebagai pemicu tekanan darah tinggi, gangguan jantung, hingga kanker. Kini, pandangan itu mulai berubah.

Sebuah penelitian berjudul Coffee’s Impact on Health and Well-Being karya Ryan C. Emadi dan Farin Kamangar yang dipublikasikan pada 5 Agustus 2025 menunjukkan, kopi bila dikonsumsi secara moderat, lebih banyak manfaat ketimbang risikonya.

Minum kopi dan risiko kematian

Salah satu temuan paling konsisten dalam penelitian kopi adalah hubungannya dengan angka kematian. Berbagai studi kohort prospektif berskala besar dari berbagai negara menemukan pola serupa.

Bahwa orang yang minum kopi secara moderat, yakni sekitar tiga hingga lima cangkir per hari, memiliki risiko kematian lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak minum kopi sama sekali. Penurunan risiko ini tidak terbatas pada satu penyakit.

Konsumsi kopi dikaitkan dengan risiko lebih rendah terhadap penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, stroke, gangguan pernapasan, hingga penurunan fungsi kognitif. Bahkan, untuk beberapa jenis kanker seperti kanker hati dan kanker rahim, kopi menunjukkan potensi efek protektif.

Menariknya, manfaat ini tidak hanya ditemukan pada kopi berkafein. Kopi tanpa kafein juga menunjukkan efek positif. Hal ini menandakan bahwa manfaat kopi tidak serta merta berasal dari kafein, tapi dari berbagai senyawa bioaktif lain yang terkandung di dalamnya.

Tidak seseram yang pernah ditakutkan

Temuan ini sekaligus mematahkan sejumlah kekhawatiran lama. Konsumsi kopi tidak terbukti meningkatkan risiko kanker secara umum, tidak berkaitan dengan hipertensi kronis, dan tidak memicu gangguan irama jantung pada populasi umum. Dengan kata lain, kopi tidak seseram reputasinya di masa lalu.

Namun, bukan berarti kopi bebas dari catatan. Penambahan gula dan krimer berlebihan dapat mengurangi bahkan meniadakan manfaat kesehatannya. Kopi yang sarat gula dan lemak jelas berbeda dampaknya dibanding kopi hitam tanpa tambahan.

Meski aman bagi kebanyakan orang, ada kelompok yang perlu membatasi konsumsi kopi. Perempuan hamil, misalnya, disarankan untuk menjaga asupan kafein agar tidak melebihi 200 miligram per hari.

Konsumsi kafein berlebihan juga dapat memicu kecemasan dan gangguan tidur, terutama pada individu yang sensitif terhadap kafein. Karena itu, kunci utama dalam mengonsumsi kopi bukan sekadar jumlahnya, tetapi juga menyesuaikannya dengan toleransi tubuh masing-masing.

Bagaimana kopi bekerja dalam tubuh?

Para peneliti menduga, efek protektif kopi bekerja melalui berbagai mekanisme. Kopi membantu memperbaiki keseimbangan gula darah, meningkatkan oksidasi lemak, dan mendorong aktivitas fisik.

Selain itu, kopi memiliki sifat antiinflamasi dan berkontribusi pada peningkatan fungsi metabolik serta paru-paru. Dampaknya tidak berhenti pada pencegahan penyakit.

Kopi juga berperan dalam aspek kesejahteraan sehari-hari: meningkatkan kewaspadaan mental, mendongkrak performa fisik, membantu menjaga hidrasi, dan bahkan berpotensi mempercepat pemulihan fungsi usus setelah operasi.

Masih perlu riset lanjutan

Sebagian besar bukti tentang manfaat kopi berasal dari studi observasional jangka panjang. Meski konsistensinya tinggi dan melibatkan populasi yang beragam, para peneliti menilai riset lanjutan tetap diperlukan.

Ke depan, uji klinis terkontrol secara acak, studi genetik seperti randomisasi Mendelian, serta analisis lebih rinci mengenai jenis kopi dan bahan tambahannya akan membantu menjawab pertanyaan yang masih tersisa.

Pada intinya, kopi telah mengalami “rehabilitasi” ilmiah. Dari minuman yang dulu dipandang penuh risiko, kini kopi muncul sebagai bagian dari gaya hidup yang berpotensi mendukung kesehatan.

Bukti ilmiah menunjukkan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah moderat berkaitan dengan umur yang lebih panjang, risiko penyakit kronis yang lebih rendah, dan kualitas hidup yang lebih baik.

Selama dikonsumsi secara wajar dan disesuaikan dengan kondisi individu, secangkir kopi bukan lagi sekadar kenikmatan, melainkan juga bisa menjadi sekutu bagi kesehatan.

Selengkapnya baca di:

Emadi, R.C.; Kamangar, F. Coffee’s Impact on Health and Well-Being. Nutrients 2025, 17, 2558. https://doi.org/10.3390/nu17152558

Comment