Makassar, Respublica— Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar kembali menggulirkan program edukatif “KPU Mengajar” di SMA Negeri 4 Makassar, Selasa (20/1/2026).
Kegiatan ini difokuskan pada penguatan literasi demokrasi bagi pemilih pemula melalui pendekatan partisipatif dan interaktif.

Program tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Marthina Sattu Ari, yang mewakili kepala sekolah.
Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya pembekalan demokrasi sejak dini agar siswa memiliki pemahaman yang matang sebelum terlibat dalam proses pemilu.
Dua Anggota KPU Kota Makassar, yakni Muh. Abdi Goncing dan Sri Wahyuningsih, hadir sebagai narasumber utama. Keduanya tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga memfasilitasi diskusi kelompok serta mengajak siswa membedah berbagai isu aktual seputar demokrasi dan kepemiluan.
Suasana aula sekolah semakin hidup ketika kegiatan memasuki sesi debat antarkelompok. Para siswa tampak aktif menyampaikan pandangan dan saling menanggapi argumen dengan logis dan kritis. Pada sesi ini, Sri Wahyuningsih memberikan apresiasi atas keberanian dan daya analisis para peserta.
“Melalui debat atau diskusi ini, kami ingin melatih nalar kritis adik-adik agar menjadi pemilih yang punya prinsip dan tidak mudah terpengaruh informasi yang keliru,” ujar ketua divisi teknis penyelenggaraan Pemilu KPU Kota Makassar ini.
Apresiasi serupa juga disampaikan oleh Muh. Abdi Goncing. Ia menilai semangat dan keterlibatan aktif siswa SMA Negeri 4 Makassar menjadi sinyal positif bagi masa depan demokrasi.
“Antusiasme yang ditunjukkan oleh para siswa SMA Negeri 4 ini, memberikan sebuah harapan tentang kesiapan mereka untuk menjadi agen perubahan dalam demokrasi yang cerdas dan berintegritas pada pemilu mendatang.”
Rangkaian kegiatan ditutup dengan presentasi hasil diskusi kelompok. Para siswa juga menyatakan komitmen untuk ikut menjaga kualitas demokrasi dan pemilu melalui penyebaran konten-konten kreatif dan edukatif di media sosial.
Comment