Makassar, Respublica— Ketua PKS Sulawesi Selatan (Sulsel), Anwar Faruq Daeng Nojeng, menyampaikan sikap partainya terkait wacana perubahan mekanisme Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang dilakukan melalui DPRD.
Menurutnya, baik Pilkada langsung maupun tidak langsung sama-sama memiliki dasar konstitusional. Meski demikian, Anwar Faruq menegaskan bahwa PKS saat ini belum menempatkan isu tersebut sebagai prioritas utama.

Wakil Ketua DPRD Makassar itu menyebut partainya tengah memusatkan perhatian pada penanganan bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra bagian barat, seperti Aceh, Padang, dan Medan.
“Ini lagi dalam keadaan bencana, sehingga fokus kita harus ke sana,” ujarnya saat ditemui di kantor DPRD Makassar, Selasa (20/1/2026).
Ia menilai, pembahasan mengenai mekanisme Pilkada masih memiliki ruang waktu yang panjang dan dapat didiskusikan pada periode berikutnya.
“Karena untuk membicarakan masalah itu masih ada tahun-tahun selanjutnya, sementara ini kita sedang ada dalam keadaan musibah dan bencana-bencana yang lain,” kata dia.
Lebih lanjut, Anwar Faruq mengingatkan pentingnya menjaga kepekaan terhadap aspirasi publik dalam setiap pengambilan keputusan politik, termasuk terkait Pilkada.
Ia menekankan agar keputusan tidak hanya terpusat di lembaga legislatif, melainkan tetap berpijak pada kehendak rakyat sebagai pemegang kedaulatan.
“Jangan sampai kita pusatkan di DPR tapi masyarakat tidak terima. Karena kan kedaulatan milik rakyat, suaranya suara rakyat, kita ini adalah wakil rakyat, jadi kita harus memperhatikan dinamika yang ada di masyarakat,” ujarnya.
Meski belum menentukan sikap final, Anwar memastikan PKS akan tetap membuka ruang bagi aspirasi masyarakat dalam menentukan arah kebijakan ke depan.
“Kita belum memutuskan dulu yang mana, dua-duanya PKS mengakui, tapi fokus kita sekarang adalah fokus bagaimana masalah-masalah di tanah air kita ini bisa bagus, saudara-saudara kita yang kena bencana itu yang perlu kita bantu dulu,” ujarnya.
“Dan tetap merujuk pada maunya masyarakat itu gimana, kita menerima masukan-masukan daripada masyarakat karena ini kan kita hidup bermasyarakat,” tutupnya.
Comment