Makassar, Respublica— Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, berhasil menyelesaikan pendidikan magister di Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Irwan menyelesaikan studinya setelah berhasil mempertahankan tesis berjudul Kajian Pola Hujan Akibat Pengaruh Variabel Iklim pada DAS Tabo-Tabo Kabupaten Pangkep, Provinsi Sulawesi Selatan. Ujian tutup tersebut berlangsung di kampus UMI Makassar pada Sabtu (11/4/2026).

Berdasarkan keterangan resmi dari pihak UMI, penelitian tersebut dinilai memberikan kontribusi strategis dalam pengelolaan sumber daya air serta mitigasi bencana berbasis data iklim. Kajian itu juga menjadi bagian dari penguatan perencanaan pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Secara akademik, Irwan Bachri Syam merupakan alumni S1 Teknik Sipil UMI angkatan 1997 dan alumni Program Profesi Insinyur UMI. Saat ini, ia juga menjabat sebagai Ketua Alumni PSPPI UMI serta Ketua Persatuan Insinyur Indonesia.
Lulusnya Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, pada program magister di Universitas Muslim Indonesia (UMI) semakin menegaskan reputasi Program Pascasarjana (PPS) UMI sebagai pusat pendidikan tinggi yang dipercaya lintas profesi dan lintas negara.
Dalam rangkaian sidang akademik yang digelar pada Sabtu (11/4/2026), Pascasarjana UMI menghadirkan representasi mahasiswa dari berbagai latar strategis.
Tidak hanya Irwan sebagai kepala daerah, sidang tersebut juga diikuti oleh mahasiswa internasional, perwira tinggi TNI, hingga pejabat kepolisian yang menempuh dan menyelesaikan studi di lingkungan Pascasarjana UMI.
Direktur Pascasarjana UMI, Laode Husen, menegaskan bahwa keberagaman latar belakang mahasiswa menjadi kekuatan utama dalam membangun ekosistem akademik yang kontekstual dan berdampak.
“Ini adalah gambaran bahwa Pascasarjana UMI dipercaya oleh berbagai kalangan, baik nasional maupun internasional. Kehadiran mahasiswa dari latar belakang pemerintahan, militer, kepolisian, profesional, hingga internasional menciptakan ruang pembelajaran yang kaya perspektif dan relevan dengan kebutuhan zaman,” ujarnya.
Comment