Makassar, Respublica— Sekretaris Komisi C DPRD Makassar, Ray Suryadi Arsyad, mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Makassar dalam menghadirkan infrastruktur yang dinilai akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya pembangunan Jembatan Barombong.
Ia menilai, inisiatif yang digagas Wali Kota bersama Wakil Wali Kota dan seluruh jajaran pemerintah kota merupakan bentuk komitmen dalam menyediakan fasilitas yang selama ini telah lama dinantikan warga.

“Jadi di mana pembangunan jembatan Barombong ini sudah lama diimpikan oleh masyarakat Kota Makassar. Karena yang kita tahu sendiri bahwa Jembatan Barombong itu adalah penghubung dari dua daratan yang ada di wilayah Tanjung Bunga sana,” lanjutnya.
Ia bahkan menyebut pembangunan Jembatan Barombong berpotensi menjadi simbol baru atau landmark kota, sekaligus mencatatkan sejarah dalam masa pemerintahan saat ini.
“Ini adalah salah satu sejarah, kita akan mengukir sebuah sejarah baru di pemerintahan Munafri dan Aliyah untuk kemudian kita membuat itu menjadi sebuah fasilitas baru. Kalau bisa menjadi landmark, apalagi lebih bagus lagi,” ucapnya.
Menurutnya, kehadiran infrastruktur tersebut diharapkan mampu memperlancar akses masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan kawasan di sekitarnya.
“Dan ya, ini bisa menjadi sejarah baru bagi pemerintahan kita. Saya rasa kita harus support. Sangat bagus untuk memberikan akses yang lancar kepada masyarakat kita,” jelasnya.
Ia menjelaskan, pertumbuhan kawasan penyangga di sekitar Makassar turut mendorong meningkatnya kebutuhan akses transportasi yang memadai. Banyak warga memilih bermukim di wilayah perbatasan karena faktor harga yang lebih terjangkau, namun tetap beraktivitas di Kota Makassar.
Seiring dengan meningkatnya mobilitas, jumlah pengguna jalur penghubung seperti Jembatan Barombong juga terus bertambah dari tahun ke tahun. Kondisi ini, kata dia, berpotensi memicu kemacetan jika tidak diimbangi dengan peningkatan kapasitas infrastruktur.
“Sehingga kita lihat sendiri dengan kejadian-kejadian yang ada, itu kemudian penyemprotan jumlah masyarakat yang memanfaatkan jembatan itu semakin ke sini semakin tahun semakin banyak,” ungkapnya.
Ray menambahkan, kawasan penyangga seperti jalur Barombong, Jalan Hertasning, hingga akses menuju Jembatan Kembar Gowa merupakan titik-titik vital yang menjadi penghubung utama antara Makassar dan wilayah sekitarnya. Karena itu, peningkatan kualitas dan kapasitas infrastruktur di jalur tersebut menjadi kebutuhan mendesak.
“Nah, inilah yang kemudian harus menjadi salah satu fokus kita untuk kemudian bisa dilakukan yang namanya peningkatan dan upgrade daripada fasilitas yang ada,” tegasnya.
Dari sisi legislatif, DPRD Makassar melalui Komisi C yang menjadi mitra Dinas Pekerjaan Umum (PU) menyatakan siap mendukung penuh program tersebut, terutama dalam fungsi penganggaran dan pengawasan.
Ia menegaskan, DPRD akan mengawal seluruh tahapan pembangunan, mulai dari proses awal seperti pembebasan lahan hingga pelaksanaan konstruksi, agar berjalan sesuai aturan dan harapan masyarakat.
“Tentu saja kami betul-betul akan mengawasi ini dengan baik sesuai dengan aturan dan juga sebagai fungsi kami, terutama dalam hal bagaimana kemudian dari proses-proses awal yang kita lakukan, yaitu dari yang pertama dari proses pembebasan lahan, terus kemudian proses pembangunan jembatannya itu sendiri,” lanjutnya.
Ray juga berharap seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang terlibat dapat berperan aktif dan turun langsung dalam mendukung realisasi proyek tersebut.
“Tentu saja sekali lagi kami berharap seluruh dinas yang ada, yang berkaitan dengan fungsi, yang berkaitan dengan jalannya keinginan dan rencana ini, itu bisa turun langsung dan melihat serta memberikan kontribusi kepada pembangunan yang kita anggap penting ini,” ujarnya.
Comment