UTBK-SNBT 2026: Persaingan Masuk UNM Sengit, Peluang Lolos Cuma 17,20 Persen

Makassar, Respublica— Universitas Negeri Makassar (UNM) resmi menggelar Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 di Pusat UTBK UNM.

Pelaksanaan ujian berlangsung selama sepekan, mulai 21 hingga 28 April 2026, dengan total 16 sesi ujian yang dibagi dalam dua sesi setiap hari.

ads

Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UNM, Prof. Dr. Farida Patittingi, S.H., M.Hum., mengungkapkan bahwa minat calon mahasiswa terhadap UNM pada jalur SNBT tahun ini mencapai 30.369 orang. Sementara itu, daya tampung yang disediakan hanya 5.223 kursi atau sekitar 44,44 persen dari total kapasitas penerimaan mahasiswa baru.

“Porsi ini merupakan yang terbesar dibandingkan jalur SNBP maupun Mandiri, sehingga SNBT menjadi kanal utama penerimaan mahasiswa baru UNM tahun ini,” ujarnya dalam jumpa pers di Menara Phinis UNM, Selasa (21/4/2026).

Ia menambahkan, dengan jumlah pelamar yang tinggi, tingkat keketatan seleksi pun mencapai 17,20 persen. Artinya, dari setiap 100 pendaftar, hanya sekitar 17 orang yang berpeluang lolos.

Dari sisi pelaksanaan UTBK, jumlah peserta yang memilih mengikuti ujian di Pusat UTBK UNM tercatat sebanyak 17.329 orang. Angka ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, yakni 13.958 peserta pada 2024 dan 14.835 peserta pada 2025.

“Dalam dua tahun terakhir, pertumbuhan peserta mencapai 24,15%, yang menunjukkan meningkatnya kepercayaan publik kepada UNM sebagai pusat UTBK,” jelasnya.

Sepuluh program studi dengan jumlah peminat tertinggi pada SNBT 2026 didominasi oleh bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga teknologi.

Program studi Manajemen menjadi yang paling diminati dengan 1.778 peminat, disusul Akuntansi Sarjana Terapan (1.642), Psikologi (1.397), Administrasi Kesehatan (1.382), serta PGSD Kampus Makassar (1.370).

Selain itu, prodi Bimbingan dan Konseling, Tata Busana, Gizi, Akuntansi, dan PTIK juga masuk dalam daftar favorit. Untuk mendukung kelancaran ujian, UNM menyiapkan 22 lokasi dengan 48 ruang ujian yang mampu menampung hingga 1.092 komputer per sesi.

Dari sisi sumber daya manusia, pelaksanaan UTBK melibatkan 25 pengawas umum, 508 pengawas lokasi, 875 pengawas ruangan, 1.001 teknisi IT, serta 8 pengawas khusus untuk peserta berkebutuhan khusus.

Lebih lanjut ia menegaskan, UNM juga menegaskan komitmennya dalam menjaga integritas dan profesionalitas selama pelaksanaan ujian.

Seluruh pengawas diarahkan untuk bekerja secara objektif, disiplin, dan aktif mengawasi guna mencegah potensi kecurangan, sembari tetap menciptakan suasana ujian yang aman dan kondusif.

Selain itu, berbagai standar operasional prosedur (SOP) dan mitigasi risiko telah disiapkan secara menyeluruh, mulai dari pengaturan kedatangan peserta, proses identifikasi, penanganan keterlambatan, hingga antisipasi gangguan teknis seperti listrik, jaringan, perangkat, cuaca, dan kemacetan.

“Layanan inklusif bagi peserta berkebutuhan khusus juga. menjadi perhatian penting. Ketersediaan pengawas khusus merupakan bagian dari komitmen UNM untuk menghadirkan seleksi yang adil, aksesibel, dan bermartabat bagi semua peserta,” ujarnya.

Comment