Makassar, Respublica—. Produk kerajinan tangan unggulan Kabupaten Luwu Timur berpeluang menembus pasar yang lebih luas setelah menarik perhatian desainer interior asal Jepang, Yukako Akashi.
Perempuan tersebut telah lama berkarya di Indonesia. Sejak dulu ia berminat untuk menjalin kerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Luwu Timur. Tujuannya untuk mengembangkan potensi kriya lokal.

Ketertarikan tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Yukako Akashi dan Kepala Bidang Industri Dekranasda Luwu Timur, Nirmalasari, yang berlangsung di Trans Studio Mall (TSM) Makassar.
Pertemuan itu membahas peluang penguatan kualitas produk kerajinan daerah. Mulai dari aspek desain, pengembangan produk, hingga strategi pemasaran agar mampu bersaing di pasar nasional dan internasional.
Kerajinan Kayu dan Tanah Liat Jadi Perhatian
Luwu Timur dikenal memiliki beragam produk kriya berbasis sumber daya lokal, khususnya kerajinan berbahan kayu dan tanah liat. Menurut Yukako, produk-produk tersebut memiliki identitas yang kuat dan berpotensi berkembang menjadi produk gaya hidup bernilai tinggi.
“Karya tangan pengrajin Luwu Timur memiliki karakter yang kuat. Dengan sedikit pengembangan pada sisi desain dan kurasi. Produk-produk ini memiliki peluang besar untuk masuk ke pasar gaya hidup modern,” ujar Yukako.
Ia menilai sentuhan desain yang tepat serta proses kurasi produk dapat meningkatkan daya tarik kerajinan lokal tanpa menghilangkan ciri khas budaya yang melekat pada setiap karya.
Yukako Akashi Dorong Kriya Lokal Berdaya Saing Global
Yukako Akashi dikenal sebagai pendiri Tiyasa Indonesia, sebuah jenama yang bergerak di bidang kriya dan fesyen berbasis kekayaan budaya Indonesia.
Selama bertahun-tahun, ia aktif mendorong pemanfaatan potensi kerajinan lokal. Tujuannya agar kerajinan lokal memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dan mampu menjangkau pasar internasional.
Melalui PT Tiyasa Indonesia Sejahtera, Yukako berupaya menghadirkan produk-produk berbasis kearifan lokal dengan pendekatan desain yang lebih modern dan sesuai dengan kebutuhan pasar global.
Tak hanya sebagai pelaku industri kreatif, Yukako juga terlibat sebagai kurator dan narasumber ahli di lingkungan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Pusat. Pengalaman tersebutĀ dapat menjadi nilai tambah dalam mendukung pengembangan produk kerajinan Luwu Timur.
Dekranasda Luwu Timur Sambut Peluang Kolaborasi
Dekranasda Luwu Timur menyambut positif rencana kolaborasi tersebut. Kehadiran sosok yang memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan industri kreatif dinilai dapat membuka peluang baru bagi pengrajin daerah untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas jaringan pemasaran.
Harapannya, kolaborasi iniĀ menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi kerajinan tangan Luwu Timur sebagai produk unggulan daerah. Selain meningkatkan daya saing produk, kerja sama tersebut juga mampu memperluas akses pasar bagi para pelaku usaha kriya serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang berkelanjutan di Luwu Timur.
Comment