Makassar, Respublica— Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz kini dalam kondisi sepenuhnya terbuka bagi kapal-kapal komersial dan akan tetap demikian sepanjang masa gencatan senjata antara Israel dan Lebanon.
“Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur pelayaran bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka untuk sisa periode gencatan senjata,” kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam sebuah unggahan di X pada Jumat.

Kesepakatan penghentian sementara konflik selama 10 hari antara Israel dan Lebanon dicapai pada Kamis malam. Namun, belum ada kepastian apakah Hizbullah—kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan Iran dan terlibat dalam pertempuran melawan Israel di Lebanon selatan—akan mematuhi kesepakatan tersebut.
Araghchi menjelaskan, seluruh aktivitas pelayaran di Selat Hormuz akan mengikuti jalur terkoordinasi yang sebelumnya telah diumumkan oleh Organisasi Pelabuhan dan Maritim Iran.
Sementara itu, seorang pejabat tinggi militer Iran menyampaikan kepada media pemerintah bahwa hanya kapal sipil yang diizinkan melintasi selat tersebut, dan itu pun harus mendapatkan persetujuan dari Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran.
Trump turut mengonfirmasi melalui media sosial bahwa Selat Hormuz kini “sepenuhnya terbuka dan siap untuk aktivitas bisnis serta pelayaran penuh” seperti dikutip dari Aljazeera.
Meski begitu, ia menegaskan blokade laut yang diberlakukan AS terhadap Iran tetap berjalan hingga tercapai kesepakatan resmi untuk mengakhiri perang.
Dalam pernyataan terpisah, Trump mengklaim Iran telah berkomitmen untuk tidak lagi menutup Selat Hormuz di masa depan. “Selat itu tidak akan lagi digunakan sebagai senjata terhadap dunia!” tambahnya.
Comment