Meski Dibuka, Pelayaran di Selat Hormuz Wajib Seizin IRGC, Kapal Militer Dilarang Lewat

Makassar, Respublica— Komando Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan adanya pengaturan baru di Selat Hormuz. Pernyataan tersebut disampaikan pada Jumat dan dilaporkan oleh kantor berita Tasnim.

Dalam kebijakan terbaru itu, Iran menetapkan sejumlah aturan utama terkait lalu lintas pelayaran di kawasan strategis tersebut.

ads

Kapal sipil hanya diizinkan melintas melalui jalur yang telah ditentukan oleh Iran, sementara kapal militer tetap tidak diperbolehkan memasuki selat tersebut.

Selain itu, setiap aktivitas pelayaran wajib memperoleh izin dari Angkatan Laut IRGC, serta harus mengikuti ketentuan masa “hening” di medan konflik dan selaras dengan penerapan gencatan senjata di Lebanon.

Di sisi lain, sumber yang memiliki informasi dan dekat dengan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) mengungkapkan adanya perkembangan baru dalam kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat terkait Selat Hormuz, yang berlangsung dalam kerangka gencatan senjata selama dua pekan.

Menurut sumber tersebut, sejak awal gencatan senjata yang dimediasi Pakistan, Iran pada dasarnya telah membuka peluang bagi sejumlah kapal untuk melintas setiap hari.

“Namun,” lanjut sumber itu, “setelah gencatan senjata di Lebanon gagal diterapkan dan kesepakatan tersebut tidak mencakup (gencatan senjata antara) Hizbullah dan rezim Zionis Israel, Iran menangguhkan kesepakatan terkait pelayaran kapal melalui Selat Hormuz.”

Lebih lanjut, Iran menetapkan tiga syarat penting bagi kapal yang ingin melintas di Selat Hormuz. Kapal yang diperbolehkan hanyalah kapal komersial, sementara kapal militer tetap dilarang. Selain itu, kapal maupun muatannya tidak boleh memiliki keterkaitan dengan negara-negara yang dianggap sebagai pihak bermusuhan.

Ketentuan lainnya, kapal wajib mengikuti rute pelayaran yang telah ditentukan oleh otoritas Iran. Setiap pergerakan juga harus melalui koordinasi dengan pihak Iran yang berwenang, mengingat sebelumnya Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) telah mengakui peran IRGC dalam mengelola Selat Hormuz sebelum pecahnya konflik.

Sumber tersebut juga menegaskan bahwa terpenuhinya sejumlah prasyarat, termasuk implementasi gencatan senjata di Lebanon, menjadi faktor penting yang melatarbelakangi keputusan Iran untuk kembali membuka Selat Hormuz bagi pelayaran internasional.

Comment