Jakarta, Respublica— Organisasi massa Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan diri menjadi partai politik. Keputusan tersebut diumumkan pada hari terakhir Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-I Gerakan Rakyat yang digelar di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada 17–18 Januari 2026.
Rakernas tersebut sebelumnya dibuka pada Sabtu (17/1/2026) dan dihadiri langsung oleh anggota kehormatan 001 Gerakan Rakyat, Anies Baswedan.

Deklarasi itu disampaikan dalam forum sidang pleno Rakernas yang dihadiri peserta dari berbagai daerah. Sekretaris Jenderal Gerakan Rakyat, M. Ridwan, membacakan secara langsung hasil keputusan rapat yang disepakati melalui mekanisme musyawarah mufakat.
Dalam pengumuman tersebut, Gerakan Rakyat menegaskan pandangan ideologisnya mengenai tujuan bernegara sekaligus arah perjuangan organisasi yang ke depan akan ditempuh melalui jalur politik formal.
“Perkumpulan Gerakan Rakyat percaya bahwa tujuan utama dibentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia melalui sistem demokrasi yang terbuka, partisipatif, dan berkeadaban,” ujarnya.
Keyakinan tersebut kemudian dirumuskan dalam karakter Panca Dharma, yang menempatkan nilai religiusitas, semangat nasionalisme kerakyatan, keberanian dan jiwa kesatria dalam bersikap, kasih sayang terhadap sesama, serta integritas moral sebagai fondasi utama perjuangan Gerakan Rakyat.
Organisasi ini juga menilai bahwa cita-cita Indonesia yang adil, makmur, bermartabat, dan sepenuhnya milik rakyat membutuhkan perjuangan yang terorganisir dan berkelanjutan di ranah politik.
“Dengan perlindungan Tuhan Yang Maha Kuasa, dan dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Perkumpulan Gerakan Rakyat mendirikan sebuah partai politik dengan nama Partai Gerakan Rakyat. Setuju?” ujarnya lalu hadirin menjawab, “Setuju!” diikuti tepuk tangan.
Dalam sidang pleno yang sama, Rapat Kerja Nasional Gerakan Rakyat juga menyepakati pengangkatan Fahri Hamzah sebagai Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat untuk masa bakti 2026–2031.
“Mengangkat dan mengesahkan saudara Fahri Hamzah sebagai Ketua Umum Partai Politik Gerakan Rakyat untuk masa bakti 2026–2031. Setuju?” ujarnya lalu hadirin menjawab: “Setuju!” diikuti tepuk tangan.
Selain menetapkan ketua umum, Rakernas turut memberikan mandat kepada Fahri Hamzah untuk membentuk, melengkapi, dan menyempurnakan struktur organisasi Partai Gerakan Rakyat di seluruh wilayah Indonesia sesuai dengan visi, misi, prinsip, dan karakter dasar perjuangan partai.
Seluruh keputusan tersebut dituangkan dalam berita acara rapat yang ditandatangani oleh pimpinan sidang, Muhammad Ridwan. Transformasi ini menandai langkah strategis Gerakan Rakyat untuk memasuki arena politik elektoral setelah sebelumnya berkiprah sebagai organisasi kemasyarakatan.
Dengan berdirinya Partai Gerakan Rakyat, organisasi ini menyatakan kesiapan untuk memperjuangkan gagasan dan nilai-nilainya melalui mekanisme demokrasi formal di Indonesia.
Comment