Plt Dirut PDAM Dampingi Wawali, Bahas Solusi Air Bersih untuk RS Mata Makassar

Makassar, Respublica — Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum Makkuradde, bersama Plt Direktur Keuangan Wirda Fauzah Madjid, mendampingi Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menerima audiensi Direktur Utama Rumah Sakit Mata Makassar, Dr.dr. Andi Tenrisanna Devi Indira, beserta jajaran di Kantor Perumda Air Minum Kota Makassar, Rabu (29/04/2025).

Pertemuan tersebut membahas persoalan pasokan air bersih yang berdampak langsung pada kelancaran pelayanan pasien di RS Mata Makassar.

ads

Direktur Utama RS Mata Makassar, Dr.dr. Andi Tenrisanna Devi Indira, menjelaskan bahwa air bersih menjadi kebutuhan vital bagi operasional rumah sakit, mulai dari pelayanan medis, rawat inap, hingga fasilitas umum.

Namun, sumber air yang tersedia saat ini dinilai belum memenuhi standar pelayanan. Sumur dalam yang dimiliki rumah sakit menghasilkan air dengan kandungan kapur tinggi, sehingga tidak layak digunakan secara optimal untuk kebutuhan medis.

“Selama ini kami terpaksa membeli air dari pihak ketiga setiap hari. Ini tentu menjadi beban operasional yang cukup besar,” ujar Devi Indira dalam pemaparannya.

Ia menjelaskan, secara teknis terdapat dua alternatif jalur distribusi air dari jaringan PDAM menuju rumah sakit. Jalur pertama berasal dari poros Jalan Perintis Kemerdekaan, sementara jalur kedua dari arah belakang rumah sakit. Setelah mempertimbangkan aspek teknis, jalur dari Jalan Perintis dinilai paling memungkinkan untuk menjamin suplai air yang stabil.

“Kami berharap PDAM dapat membantu membangun jaringan dari arah Perintis karena itu yang paling memungkinkan secara teknis untuk menjamin kontinuitas suplai,” jelasnya.

Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, dalam arahannya menegaskan bahwa keberadaan Rumah Sakit Mata Makassar memiliki nilai historis dan moral yang kuat baginya, mengingat rumah sakit tersebut merupakan bagian dari perjuangan panjang bersama Komisi IX DPR RI pada masa lalu.

“Saya punya tanggung jawab moral terhadap kehadiran Rumah Sakit Mata ini. Rumah sakit ini lahir dari perjuangan panjang. Karena itu, ketika ada kendala yang menyangkut pelayanan masyarakat, kita harus hadir mencarikan solusi,” tegas Aliyah.

Aliyah meminta persoalan teknis tidak menjadi alasan berlarutnya pelayanan dasar bagi fasilitas kesehatan strategis. Ia bahkan mendorong agar proses administrasi dan kebutuhan biaya penyambungan dapat segera dihitung serta dipercepat.

“Kalau jalurnya sudah ada di depan rumah sakit, silakan langsung dikerjakan. Jangan berlama-lama. Kalau butuh biaya, kita bicarakan. Yang penting masyarakat dan pasien tidak terdampak,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum Makkuradde, menjelaskan bahwa jaringan utama PDAM sebenarnya telah tersedia di Jalan Perintis Kemerdekaan. Namun, untuk melakukan penarikan jalur baru menuju rumah sakit, dibutuhkan izin teknis dari Balai Jalan karena menyangkut akses infrastruktur koridor jalan nasional.

“Jaringan utama kita ada di Poros Perintis. Untuk masuk ke kawasan rumah sakit, kita membutuhkan izin terlebih dahulu dari Balai Jalan. Setelah izin terbit, pekerjaan bisa langsung berjalan,” jelas Andi Syahrum.

Ia menegaskan komitmennya untuk mempercepat proses tersebut dengan langkah awal penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dalam waktu dua hari sebagai dasar administrasi dan teknis pelaksanaan.

“RAB dua hari selesai. Setelah itu kita dorong proses izinnya. Ini penting karena rumah sakit adalah pelanggan strategis dan kebutuhan pelayanan publik,” katanya.

Andi Syahrum juga menegaskan bahwa pengerjaan akan menjadi bentuk dukungan terhadap pelayanan kesehatan masyarakat.

“Apa lagi ini soal pelayanan sosial. Jadi kita harus profesional dan cepat,” tegasnya.

Comment