Makassar, Respublica— Senegal berhasil menjuarai Piala Afrika 2025 setelah menekuk Maroko 1-0 dalam pertandingan final yang berlangsung dramatis selama 120 menit.
Laga ini digelar di Stade Prince Moulay Abdallah, Senin (19/1/2026) dini hari WIB, di mana Lions of Teranga tampil dominan dengan penguasaan bola mencapai 54 persen.

Meski Senegal lebih banyak menguasai bola, jalannya pertandingan 90 menit pertama berjalan sangat ketat. Peluang bersih dari kedua tim nyaris tidak ada, membuat laga semakin menegangkan.
Ketegangan memuncak di masa tambahan waktu, dipicu keputusan kontroversial wasit dan intervensi VAR. Gol Senegal pada menit ke-92 yang dicetak Abdoulaye Seck dibatalkan oleh hakim garis. Sebab ia dianggap terlebih dahulu melakukan pelanggaran terhadap Achraf Hakimi
Hal tersebut memicu kemarahan staf pelatih. Ketegangan meningkat saat wasit Jean Jacques Ndala menunjuk titik penalti untuk Maroko setelah meninjau tayangan ulang VAR pada menit ke-98.
Keputusan ini memicu kemarahan pelatih Senegal, Pape Thiaw, yang menarik sebagian besar pemainnya dari lapangan. Setelah jeda sekitar 16 menit, skuad Senegal kembali dan pertandingan dilanjutkan.
Brahim Diaz yang ditunjuk sebagai eksekutor penalti gagal menjalankan tugasnya. Tendangannya berhasil ditepis kiper Edouard Mendy, menjaga harapan Senegal tetap hidup.
Drama berlanjut di babak perpanjangan waktu. Pape Gueye akhirnya memecah kebuntuan dengan gol pada menit ke-94, membawa Senegal unggul 1-0. Keunggulan ini bertahan hingga peluit akhir berbunyi, memastikan Senegal keluar sebagai juara Piala Afrika 2025.
Bagi Maroko, hasil ini menjadi kekecewaan karena mereka masih belum mampu mengakhiri puasa gelar di turnamen ini, yang terakhir kali mereka raih pada 1974.
Comment