Makassar, Respublica— Politisi senior Partai Golkar, Kadir Halid, memberikan respons positif terhadap mencuatnya nama Rahman Pina sebagai calon Ketua DPD I Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel).
Di tengah persiapan menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sulsel yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat, Anggota DPRD Sulsel tersebut menilai Rahman Pina, yang akrab disapa RP, layak mendapat dukungan untuk maju dalam kontestasi Musda.

Ketua Komisi D DPRD Sulsel itu bahkan menyebut kemunculan Rahman Pina sebagai hal yang sangat positif karena menambah daftar kandidat Ketua Golkar Sulsel.
“Bagus, bagus sekali. Artinya ikut meramaikan kan, itu bagus sekali, luar biasa,” ujarnya usai memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kantor Sementara DPRD Sulsel, belum lama ini.
Terkait peluang atau kans Rahman Pina dalam perebutan kursi Ketua Golkar Sulsel, Kadir mengaku tidak ingin berkomentar terlalu jauh. Menurutnya, hal tersebut sepenuhnya bergantung pada mekanisme dan proses yang berjalan dalam Musda.
Ia kembali menegaskan sikapnya yang mendukung siapa pun kader Partai Golkar yang maju dan siap bertarung dalam Musda Golkar Sulsel. “Kita harus mendukung jika ada teman-teman yang maju dan siap bertarung di Musda ini,” ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan, nama Rahman Pina belakangan mencuat dan menjadi perbincangan hangat dalam dinamika Musyawarah Daerah Partai Golkar Sulawesi Selatan.
Politisi Golkar tersebut disebut-sebut sebagai kandidat alternatif, bahkan kuda hitam, dalam bursa calon Ketua Golkar Sulsel.
Nama Rahman Pina mulai diperhitungkan setelah pertemuannya secara langsung dan informal dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, pada 4 Januari 2026 lalu.
Pasca pertemuan tersebut, dinamika politik internal Golkar Sulsel turut mengalami pergeseran. Musda Golkar Sulsel yang sebelumnya dijadwalkan digelar pada akhir Januari 2026 dilaporkan mengalami penundaan.
Kondisi itu semakin menguatkan spekulasi bahwa Rahman Pina tengah dipertimbangkan sebagai salah satu figur strategis dalam peta kepemimpinan Partai Golkar Sulsel ke depan.
Comment