Deretan Drakor Aksi Kriminal, Banyak Baku Hantam tapi Bikin Ngakak

Makassar, Respublica— Drama Korea (drakor) tak melulu soal romansa manis. Dalam beberapa tahun terakhir, muncul deretan drakor yang berhasil memadukan aksi keras, tema kriminal, dan humor segar dalam satu paket hiburan.

Genre ini menawarkan pengalaman menonton yang unik. Karena penonton dibuat tegang oleh kejahatan dan kekerasan, tapi di saat yang sama tertawa oleh dialog cerdas, karakter eksentrik, dan situasi absurd. Berikut deretan drakor yang menjadi representasi terbaik dari formula tersebut.

ads

Vincenzo (2021)

Vincenzo adalah contoh sempurna bagaimana dunia kriminal bisa dibungkus dengan komedi hitam. Drama ini mengikuti Park Joo-Hyeong, seorang anak Korea yang diadopsi mafia Italia dan tumbuh menjadi pengacara bernama Vincenzo Cassano.

Ketika konflik antarmafia memaksanya kembali ke Korea Selatan, Vincenzo malah terjerat perang baru. Yakni melawan korporasi rakus dengan cara yang jauh dari konvensional.

Pertemuannya dengan Hong Cha-young, pengacara flamboyan yang rela melakukan apa pun demi menang, melahirkan dinamika yang kocak sekaligus berbahaya.

Adegan baku hantam, intrik hukum, dan balas dendam berdarah disajikan berdampingan dengan humor gelap, satire sosial, serta karakter pendukung yang absurd.

Vincenzo bukan sekadar drama kriminal. Drakor ini menawarkan sindiran cerdas tentang keadilan yang kadang tak bisa ditegakkan lewat hukum formal.

Taxi Driver (2021–2026)

Berbeda dari Vincenzo yang penuh intrik hukum, Taxi Driver bergerak di jalur vigilante. Drama ini mengisahkan Kim Do-gi, mantan tentara pasukan khusus yang menjadi sopir di Rainbow Taxi Company.

Institusi itu adalah organisasi rahasia yang menawarkan keadilan alternatif bagi korban kejahatan yang diabaikan hukum. Drakor ini mengangkat kasus berat seperti kekerasan seksual, eksploitasi tenaga kerja, hingga perdagangan manusia lintas negara.

Meski demikian, Taxi Driver tidak tenggelam dalam suasana muram. Humor situasional dari para anggota Rainbow Taxi—mulai dari mekanik nyeleneh hingga peretas jenius—menjadi penyeimbang yang efektif.

Sepanjang tiga musimnya, drama ini terus memperluas skala konflik, mempertajam dilema moral, sekaligus menjaga sentuhan humor agar cerita tetap menghibur tanpa kehilangan ketegangan.

Bad and Crazy (2021)

Jika Taxi Driver serius dengan selipan humor, maka Bad and Crazy tampil lebih liar. Drama ini mengikuti Soo-yeol, polisi ambisius yang oportunis, dan K—sosok misterius yang saleh, brutal, dan “gila”.

Pertemuan keduanya memicu kekacauan yang dipenuhi aksi fisik, komedi absurd, dan twist psikologis. Keunikan Bad and Crazy terletak pada permainannya dengan moralitas.

Saat Soo-yeol terbiasa menutup mata terhadap ketidakadilan demi karier, kehadiran K memaksanya menghadapi sisi gelap dirinya sendiri. Aksi brutal dibalut dialog kocak dan situasi tak masuk akal, menjadikan drama ini segar, cepat, dan penuh kejutan.

The Uncanny Counter (2020–2023)

Meski berangkat dari genre supranatural, The Uncanny Counter tetap layak masuk daftar karena perpaduan aksi cepat, kriminal, dan humor khas tim. Berlatar di kota fiktif Jungjin, drama ini mengikuti sekelompok pemburu roh jahat yang menyamar sebagai pegawai restoran mi.

Di balik pertarungan melawan iblis tingkat tinggi, drama ini menyuguhkan interaksi antarkarakter yang hangat dan sering kali lucu. Kehadiran So Mun, siswa SMA dengan kekuatan luar biasa, membawa dinamika emosional sekaligus komedi ringan.

Seiring cerita berkembang, konflik kriminal dan korporasi korup terjalin dengan dunia supranatural, membuat drama ini kaya lapisan tanpa kehilangan daya hiburnya.

Strong Woman Do Bong Soon (2017)

Sebagai penutup, Strong Woman Do Bong Soon menawarkan pendekatan yang lebih ringan namun tetap penuh aksi. Do Bong-soon terlahir dengan kekuatan super, tapi kepribadiannya yang polos dan situasi romantis segitiga membuat drama ini dipenuhi momen kocak.

Di balik nuansa komedi romantis, drama ini juga menyuguhkan kasus kriminal serius berupa penculikan berantai. Adegan aksi Bong-soon sering kali absurd, tapi justru itulah daya tariknya: kekerasan dipresentasikan dengan gaya slapstick yang menghibur tanpa menghilangkan ketegangan cerita.

Comment