Kader Perindo Didorong Jadi Petarung, Angela Tanoesoedibjo: Yang Kita Hadapi adalah Gajah

Makassar, Respublica— Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Angela Tanoesoedibjo, menyampaikan pujian kepada Abdul Hayat Gani yang resmi menjabat sebagai Ketua DPW Partai Perindo Sulawesi Selatan periode 2024–2029. Ia menilai Abdul Hayat sebagai sosok petarung dengan energi dan komitmen kuat untuk membesarkan partai.

Pujian tersebut disampaikan Angela dalam sambutannya pada acara Pelantikan DPW Partai Perindo Sulsel yang dirangkaikan dengan agenda retret pengurus, di Hotel Claro Makassar, Kamis (5/2/2026).

ads

Angela mengungkapkan bahwa keyakinannya terhadap kepemimpinan Abdul Hayat semakin menguat setelah melalui berbagai diskusi mendalam. Menurutnya, Ketua DPW Perindo Sulsel itu memiliki karakter pejuang yang konsisten dalam memperjuangkan apa yang diyakininya benar.

“Setelah saya semakin dalam lagi, diskusi lagi, beliau petarung. Kalau beliau sudah yakin betul dengan kebenarannya, sampai Mahkamah Agung juga dijabarin sama beliau. Jadi wah ini lengkap, ini makanya saya yakin Sulawesi Selatan di tangan beliau, Perindo bisa besar,” yakinnya.

Lebih lanjut, Angela menegaskan bahwa energi petarung yang dimiliki Abdul Hayat harus menjadi semangat kolektif dan ditularkan kepada seluruh kader Partai Perindo di Sulawesi Selatan. Ia mengingatkan bahwa tantangan politik ke depan tidaklah ringan.

“Karena yang kita hadapi adalah gajah-gajah. Metafora, metafora. Yang kita hadapi adalah raksasa-raksasa, betul. Tetapi selama kita tinggal di bumi, tidak ada yang mustahil,” tegasnya.

Menurut Angela, keberanian membela kebenaran serta keberpihakan yang konsisten kepada rakyat merupakan fondasi utama dalam perjuangan politik Partai Perindo.

Ia menilai, meskipun tantangan yang dihadapi tidak mudah, tidak ada hal yang mustahil selama kader berani berdiri di sisi yang benar dan bersama masyarakat. Dalam pandangannya, karakter petarung inilah yang menjadi cerminan jati diri Perindo.

Semangat perjuangan tersebut kemudian ia kaitkan dengan filosofi rajawali sebagai lambang Partai Perindo, yang memandang tantangan sebagai peluang untuk bangkit lebih tinggi.

“Lihat lambang kita, Rajawali. Rajawali kalau dihadapkan dengan masalah, dihadapkan dengan angin, dengan badai, mana ada yang lari? Ada nggak? Rajawali kalau dihadapkan dengan masalah, dia melihat masalah itu sebagai tantangan dan tantangan sebagai peluang,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa tekanan dan berbagai tantangan justru harus dimaknai sebagai energi pendorong untuk terus bangkit dan melesat lebih tinggi. Filosofi tersebut digambarkan melalui sosok rajawali yang memanfaatkan tekanan sebagai kekuatan untuk berkembang.

Dalam pandangannya, Sulawesi Selatan memiliki posisi strategis dan potensi besar bagi masa depan Partai Perindo. Potensi tersebut, kata Angela, tidak semata terletak pada kekayaan sumber daya alam, melainkan pada kekuatan sumber daya manusianya.

Ia menekankan bahwa investasi pada kualitas sumber daya manusia jauh lebih berkelanjutan dibandingkan ketergantungan pada sumber daya alam semata.

“Makanya tadi saya senang sekali dengan apa yang Pak Hayat sampaikan, tadi beliau sempat menggarisbawahi tentang bagaimana kita harus meningkatkan edukasi, ya kan, bagaimana kita harus memberikan pendampingan kepada masyarakat supaya naik kelas. Investasi di sumber daya manusianya,” jelasnya.

Angela kemudian menitipkan pesan agar seluruh kader Perindo di Sulsel terus hadir di tengah masyarakat melalui kerja nyata dan gagasan yang membumi, termasuk dalam mendorong penguatan ekonomi bernilai tambah.

“Bagaimana kita mendorong ekonomi yang punya nilai tambah, jangan hanya bahan baku saja, nilai tambah, sehingga itu menciptakan lapangan kerja, menciptakan kesempatan-kesempatan untuk generasi muda kita,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Angela kembali menegaskan pentingnya penguatan organisasi hingga ke tingkat paling bawah. Ia menilai, struktur partai yang solid, ditopang oleh semangat empati dalam kepemimpinan, menjadi kunci untuk mewujudkan harapan politik yang nyata.

“Dan oleh karena itu saya titip pesan, titip pesan, dan titip pesan. Bangun kekuatan kalau kita mau mewujudkan harapan itu menjadi nyata. Kita harus besar, organisasi harus kuat sampai ke ranting-ranting,” ujarnya.

Comment