Makassar, Respublica— Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Makassar yang tergabung dalam “Aliansi Mahasiswa Lawan Narasi Sesat” menggelar aksi unjuk rasa di sejumlah titik sebagai respons terhadap pemberitaan salah satu media nasional.
Aksi tersebut berlangsung di beberapa ruas jalan utama, di antaranya Jalan Andi Pettarani, Jalan Urip Sumoharjo, dan Jalan Alauddin, Makassar. Aksi ini diikuti oleh perwakilan mahasiswa dari sejumlah kampus, yakni Unismuh, UNM, UIN, dan UMI.

Dalam pernyataan sikap yang dibacakan saat aksi, massa menyoroti pemberitaan Tempo yang dinilai memunculkan narasi tidak proporsional dan tidak berimbang, serta menyeret nama Surya Paloh.
Mahasiswa menilai, narasi yang dibangun dalam pemberitaan tersebut telah menimbulkan kegaduhan di ruang publik dan berpotensi memicu perpecahan di tengah masyarakat.
Dalam aksinya, aliansi mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pihak media. Pertama, mereka mendesak agar dilakukan klarifikasi resmi kepada publik atas pemberitaan yang dianggap menyesatkan. Kedua, massa meminta agar media tersebut menghentikan narasi yang dinilai tidak sesuai fakta.
Selain itu, mahasiswa juga meminta adanya permohonan maaf kepada Surya Paloh, yang mereka sebut sebagai salah satu tokoh yang memiliki peran dalam menjaga demokrasi di Indonesia.
Mereka juga menyerukan agar media lebih berhati-hati dalam menyajikan informasi kepada masyarakat, serta menghindari narasi yang berpotensi menimbulkan disinformasi.
Berikut Pernyataan Sikap Aliansi Mahasiswa Lawan Narasi Sesat:
Menanggapi pemberitaan dan narasi yang di bangun oleh Tempo yang dinilai telah menimbulkan kegaduhan publik yang menyeret nama Surya Paloh sebagai Tokoh Pilar penjaga Demokrasi Bangsa sekaligus Ketua Umum Partai NasDem tanpa dasar yang Proporsional dan Berimbang serta memicu perpecahan di tengah masyarakat, maka kami yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Lawan Narasi Sesat dengan ini menyampaikan tuntutan aksi sebagai berikut:
- Mendesak Media Tempo untuk segera menyampaikan klarifikasi resmi kepada publik atas pemberitaan yang dianggap menjadi isu sesat.
- Mendesak Media Tempo untuk menghentikan pemberitaan yang mengandung narasi HOAX.
- Meminta kepada Media Tempo untuk meminta maaf kepada Surya Paloh sebagai pilar penjaga demokrasi bangsa.
- Hentikan Pemberitaan dan Narasi sesat terhadap Rakyat Indonesia.
Comment