Makassar, Respublica— PkM PNBP sukses digelar Pusat Kurikulum dan Inovasi Pembelajaran LPMP2 UNM berupa Workshop Terpadu dengan Tema Transformasi Pelajaran Melalui Literasi Digital Berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Pengembangan Media Pembelajaran Muatan Lokal Bagi Guru SD dan SMP Kota Makassar, Rabu (02/9/2026).
Di bawah naungan LP2M UNM, kegiatan yang di laksanakan di Ballroom D Menara Pinisi ini, dimulai dengan pengantar dari Dr. Arnidah, M.Si. Kepala Pusat Kurikulum LPMP2 UNM yang sekaligus Ketua Pengabdian Kepada Masyarakat menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan payung untuk kreativitas guru dan siswa dalam memahami Literasi Digital, kaitannya dengan pemanfaatan Artificial Intelligence dan Muatan Lokal.

Kegiatan ini menghadirkan guru-guru SD dan SMP di bawah naungan Dinas Pendidikan Kota Makassar yang mengutus perwakilan 50 Sekolah.
Output kegiatan berupa kemampuan guru dalam memproduksi bahan ajar, dan media pembelajaran yang mendalami budaya lokal.
Dengan menyediakan buku saku panduan Muatan Lokal untuk SD dan SMP, modul ajar berjudul “Kota Makassarku”, guru diberikan acuan tema yang dapat dikembangkan dan dikreasikan.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Makassar, Noptiadi, S.STP. mendorong output kegiatan secara maksimal karena dapat membangun Kota Makassar.
Guru diminta untuk menyampaikan masukan dan saran yang dapat memudahkan meraih poin-poin sebagai nilai plus untuk implementasinya di sekolah, karena siswa lebih antusias dengan metode pembelajaran berbasis digital.
Demi mengikuti karakteristik siswa pada zaman sekarang, maka kita juga memanfaatkan dan menyesuaikan kebutuhan pembelajaran saat ini. Kegiatan ini terintegrasi dengan salah satu program pemerintah kota Makassar.
“Oleh sebab itu kita mendukung penuh kegiatan ini agar tidak kehilangan karakteristik siswa, menyesuaikan dengan sistem, memanfaatkan AI dan Muatan Lokal yang terkombinasi agar tidak kehilangan unsur kebudayaan dalam pembelajaran,“ ungkapnya.
PkM PNBP ini diketuai Dr. Arnidah, S.Pd., M.Si bersama dengan anggota tim oleh Daryono, S.Pd., M.Pd dan Nuraini S.Pd., M.Ed. serta Dr. Citra Rosalyn Anwar, S.Sos., M.Si. hadir Narasumber yang juga merupakan trainer dari Komdigi. Selain itu mengundang Dedy Aswan, M.Pd. (Trainer AIGTS sekaligus Dosen UNM) sebagai narasumber.
“Kita perlu berpedoman pada Pancasila, di dalam 4 Pilar Literasi yang diistilahi dengan CABE. Cakap Aman Budaya Etika dalam Digital,” ungkap Dr. Citra.
Ia juga menambahkan bahwa guru perlu memahami ketika merecord anak di sekolah juga perlu izin karena ada hak digital anak yang perlu dijaga.
Pastikan anak memiliki ruang aman, lindungi hak privasi, indentitas dan mental anak. Perlu pula memahami batas usia menurut PP Tunas No. 17 Tahun 2025.
Dedy aswan, membahas tentang pembatasan penggunaan AI di sekolah dimana perlunya menjaga etika dan himbauan kepada guru untuk melindungi anak saat menggunakan AI di skolah. Selain itu, Guru perlu gunakan tools AI yang terpercaya.
Syahruni Guru SD Mamajang 1, mengemukakan bahwa kegiatan ini sangat bagus karena selama ini tidak ada pelatihan mengenai modul untuk Bahasa Daerah.
“Hampir 85 persen untuk SD, tidak memiliki modul digital sebagai bahan ajar dan hanya pakai buku, walau ada namun memang kurang,” tuturnya.
Comment