Makassar, Respublica— Perumda Terminal Makassar Metro menyiapkan sejumlah strategi untuk menghidupkan aktivitas Terminal Regional Daya sepanjang hari. Salah satu rencana yang tengah dimatangkan adalah mengubah kawasan tersebut menjadi pusat aktivitas ekspedisi barang pada pagi hingga sore hari.
Direktur Utama Perumda Terminal Makassar Metro, Elber Maqbul Amin, mengatakan konsep tersebut disiapkan agar Terminal Daya tidak hanya ramai ketika bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dan antarkota dalam provinsi (AKDP) beroperasi.

Dalam skema yang dirancang, fungsi terminal akan dibagi berdasarkan waktu. Aktivitas ekspedisi dan terminal feeder akan berlangsung sejak pagi hingga sore. Sementara sore hingga malam, kawasan tetap digunakan untuk pelayanan bus AKAP dan AKDP.
“Core business kita adalah ingin membuat terminal ekspedisi barang di sini. Pada sore sampai malam hari fungsinya sebagai terminal AKAP/AKDP. Sedangkan pagi sampai sore kita asumsikan sebagai terminal feeder,” ungkapnya.
Dengan pembagian aktivitas tersebut, Elber berharap Terminal Daya tidak lagi mengalami periode sepi pada pagi hingga siang hari.
“Jadi, kalau rencana ini berjalan, mudah-mudahan terminal ini tidak mati suri lagi di pagi hari. Sudah ada kegiatan dari pagi sampai malam, saling bersambung,” lanjut Elbert.
Untuk merealisasikan rencana tersebut, Perumda Terminal telah menyiapkan studi kelayakan atau feasibility study (FS). Dokumen tersebut telah ditandatangani Dewan Pengawas dan disampaikan kepada Wali Kota Makassar.
Saat ini, dokumen pengembangan masih berada dalam proses telaah Bagian Perekonomian Pemerintah Kota Makassar.
“Insya Allah kalau bisa tahun ini. Kami sangat berharap karena proses administrasinya sudah berjalan,” harpanya.
Selain mengembangkan fungsi ekspedisi, Perumda Terminal juga merencanakan pembangunan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di bagian depan Terminal Daya, tepatnya di sekitar area samping Polsek.
Menurut Elber, fasilitas tersebut dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi kendaraan untuk masuk ke kawasan terminal. Pengemudi dapat mengisi bahan bakar tanpa harus masuk lebih jauh ke pusat kota.
“Kalau ada penunjang berupa SPBU, mobil-mobil nantinya bisa datang ke sini tanpa harus masuk ke kota lagi untuk mengantar, karena mereka sudah mengisi BBM di sini,” katanya.
Strategi tersebut, kata Elber, dirancang agar aktivitas di terminal tumbuh secara alami karena masyarakat dan pelaku usaha memiliki kepentingan untuk datang.
“Meskipun tidak disuruh masuk, mereka akan tetap masuk dengan sendirinya. Itu strategi yang ingin kita terapkan,” terang Elbert.
Sementara itu, pola pengelolaan di Terminal Mallengkeri juga mulai diarahkan menjadi kawasan dengan aktivitas yang berlangsung sepanjang hari.
Pada malam hari, kawasan tersebut digunakan untuk kegiatan bongkar muat sayur-mayur. Setelah itu, pada pagi hingga siang hari, area tersebut berfungsi sebagai terminal feeder.
Kawasan Mallengkeri juga telah memiliki pool Bluebird. Perpaduan berbagai aktivitas tersebut diharapkan mampu menarik lebih banyak moda transportasi lokal untuk masuk ke terminal.
“Sekarang sudah ada sekitar 80 sampai 100 unit mobil di dalam terminal. Saya anggap kawasan itu sudah ramai dan bisa memancing teman-teman pengemudi seperti Gojek dan pete-pete masuk ke dalam terminal,” ungkapnya.
Berbeda dengan dua terminal tersebut, Perumda Terminal memiliki rencana lain untuk Terminal Toddoppuli. Kawasan itu diarahkan untuk dikosongkan dan selanjutnya dimanfaatkan sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) sesuai rencana Pemerintah Kota Makassar.
Namun, proses tersebut belum dapat dilakukan karena masih menunggu penyelesaian persoalan hukum dan administrasi.
Elber mengatakan rencana pengosongan Terminal Toddoppuli sebelumnya sempat mendapat gugatan dari pedagang yang beraktivitas di kawasan tersebut.
Perumda Terminal telah menyiapkan langkah lanjutan berupa surat peringatan terakhir. Namun, pendekatan persuasif tetap dipilih agar penataan tidak menimbulkan persoalan baru.
“Kami tidak ingin bersikap arogan, meskipun sebenarnya bisa saja kami keluarkan. Jadi kita tunggu dahulu keputusan hukumnya, baru kita tindak lanjuti,” pungkasnya.
Comment