Luwu Timur, Respublica— Dinamika pengosongan lahan di Dusun Laoli, Desa Harapan, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, terus berkembang seiring rencana pembangunan kawasan industri yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).
Di tengah adanya penolakan dari sebagian pihak, dukungan terhadap percepatan proyek tersebut juga terus bermunculan. Salah satu dukungan datang dari Karang Taruna Desa Harapan.

Organisasi kepemudaan itu menyatakan komitmen untuk mengawal percepatan investasi yang dinilai dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat.
Ketua Karang Taruna Desa Harapan, Suandi, mengatakan pihaknya telah membentuk gerakan yang bertujuan mendorong percepatan realisasi PSN di wilayah mereka.
Ia menegaskan Karang Taruna Desa Harapan memberikan dukungan penuh terhadap rencana masuknya PT Indonesia Huabao (IH) sebagai bagian dari pengembangan kawasan industri.
“Saya selaku Ketua Karang Taruna Desa Harapan ini sebenarnya mendukung penuh 100% PT IH untuk masuk,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Suandi juga menyoroti pihak-pihak yang dinilainya menghambat percepatan proyek. Ia secara khusus meminta Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar untuk tidak lagi melakukan pendampingan di Desa Harapan.
“Dan untuk media-media yang menggoreng di luar, yang terkhusus untuk LBH Makassar. Kami meminta untuk LBH Makassar menarik diri dari Desa Harapan. Karena kalian adalah salah satu provokator-provokator yang berada di wilayah kami, sehingga PSN ini lambat berjalan,” tegasnya.
Menurut Suandi, kehadiran kawasan industri akan membuka peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat Desa Harapan. Selain itu, ia meyakini aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), akan ikut terdongkrak.
“Kami harap PSN ini masuk sehingga bisa menyerap tenaga kerja yang ada di desa kami dan UMKM-UMKM bisa berjalan lancar, pendapatan masyarakat pun bisa meningkat,” pungkasnya.
Comment