Makassar, Respublica— Guru Besar Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Ismunandar, resmi mendaftarkan diri sebagai calon Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) untuk periode mendatang, Jumat (9/10/2026). Pendaftaran tersebut menambah nama yang masuk dalam bursa pemilihan pimpinan perguruan tinggi negeri tersebut.
Ismunandar menyebut keinginannya berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan tinggi, khususnya di kawasan Indonesia Timur, sebagai salah satu alasan mengikuti kontestasi pemilihan rektor UNM. Selain itu, ia memiliki kedekatan personal dengan Makassar yang turut memantapkan keputusannya.

Istrinya berasal dari Makassar. Faktor tersebut membuat Kota Daeng tidak asing baginya dan telah menjadi bagian dari kedekatan emosionalnya dengan daerah ini.
Penerimaan berkas pendaftaran Ismunandar dikonfirmasi Ketua Panitia Pemilihan Rektor UNM, Prof. Andi Muhammad Idkhan. Setelah pendaftaran, dokumen yang diserahkan akan diperiksa untuk memastikan kelengkapan persyaratan administrasi.
Tahap verifikasi tersebut menjadi bagian dari proses penjaringan calon rektor yang dilaksanakan berdasarkan jadwal dan ketentuan panitia pemilihan.
Rekam Jejak Akademik
Dilansir dari laman itb.ac.id, Ismunandar merupakan Guru Besar Kimia ITB dengan bidang keahlian pada Kimia Fisika dan Anorganik. Latar belakang pendidikannya ditempuh di ITB untuk jenjang sarjana dan The University of Sydney, Australia, untuk jenjang doktoral.
Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di ITB, Bandung, pada 1992. Tujuh tahun kemudian, pada 1999, ia meraih gelar doktor dari The University of Sydney, Sydney, Australia.
Dalam bidang penelitian dan kekayaan intelektual, Ismunandar tercatat memiliki paten berjudul Material Elektrolit Padat untuk Sel Bahan Bakar Padatan pada 2011.
Pendaftaran Ismunandar kini memasuki tahapan administrasi sesuai mekanisme pemilihan rektor UNM. Kelengkapan dokumen dan tahapan seleksi berikutnya menjadi bagian dari proses yang harus dilalui para kandidat sebelum pemilihan berlanjut ke tahap selanjutnya.
Comment