Makassar, Respublica— Platform media sosial TikTok akhirnya menemukan jalan keluar dari ancaman pelarangan di Amerika Serikat.
Setelah bertahun-tahun berada dalam pusaran tarik-menarik politik dan isu keamanan nasional, TikTok mencapai kesepakatan dengan sejumlah investor untuk membentuk entitas independen di AS.

Langkah tersebut diumumkan melalui pernyataan resmi perusahaan pada Kamis, sekaligus menandai terbentuknya sebuah usaha patungan yang memungkinkan TikTok tetap beroperasi di Amerika Serikat.
Aplikasi video pendek ini diketahui digunakan oleh lebih dari 200 juta warga Amerika serta menopang aktivitas sekitar 7,5 juta pelaku bisnis. Kesepakatan ini menjadi titik balik penting bagi TikTok yang sejak lama menghadapi tekanan politik.
Polemik bermula pada Agustus 2020, ketika Presiden Donald Trump kala itu mendorong pelarangan TikTok dengan alasan ancaman terhadap keamanan nasional.
Tekanan tersebut terus berlanjut hingga Kongres AS mengesahkan undang-undang pada April 2024 yang mewajibkan perusahaan induk TikTok, ByteDance, melepas asetnya di AS paling lambat Januari tahun berikutnya atau menghadapi larangan penuh.
Namun, Trump kemudian memilih untuk tidak memberlakukan undang-undang tersebut, meski Mahkamah Agung telah menguatkan aturan itu.
Dalam perkembangan terbaru, ByteDance menyatakan bahwa entitas baru bernama TikTok USDS Joint Venture LLC akan bertanggung jawab mengamankan data pengguna Amerika Serikat, termasuk aplikasi dan algoritma, melalui penerapan standar privasi data dan keamanan siber.
Meski demikian, perusahaan hanya mengungkap sedikit rincian terkait proses divestasi yang dilakukan. Presiden Donald Trump secara terbuka menyambut kesepakatan tersebut.
Melalui unggahan di platform Truth Social pada Jumat pagi, Trump menegaskan perannya dalam proses penyelamatan TikTok dan menyebut kesepakatan itu sebagai akhir dari perjalanan panjang yang dramatis.
“Sekarang akan dimiliki oleh sekelompok Patriot dan Investor Amerika Hebat, yang Terbesar di Dunia, dan akan menjadi Suara yang penting,” tulis Trump.
“Saya hanya berharap bahwa di masa depan saya akan tetap dikenang oleh mereka yang menggunakan dan menyukai TikTok,” tambah presiden tersebut.
Trump sendiri kerap menyampaikan apresiasi terhadap TikTok, terutama karena peran platform itu dalam membantunya menjangkau pemilih muda selama masa kampanye.
Dengan terbentuknya entitas independen ini, masa depan TikTok di Amerika Serikat kini tampak lebih pasti, setidaknya untuk sementara waktu.
Comment