Makassar, Respublica— Amerika Serikat dan Iran mengonfirmasi bahwa sebuah “kesepakatan damai” telah berhasil dicapai untuk mengakhiri konflik yang selama ini berlangsung. Penandatanganan resmi perjanjian tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jumat mendatang.
Presiden AS Donald Trump menyebut kesepakatan itu sebagai sebuah “kesepakatan besar” yang akan mengakhiri perang di Iran. Seiring dengan pengumuman tersebut, Trump juga memerintahkan kapal-kapal yang sempat tertahan di Selat Hormuz untuk kembali beroperasi dan melanjutkan pelayaran mereka, sebagaimana dilaporkan Al Jazeera.

Di sisi lain, Dewan Keamanan Nasional Iran menyatakan bahwa blokade angkatan laut AS akan segera dicabut sebagai bagian dari implementasi kesepakatan. Teheran juga menegaskan bahwa penghentian konflik tidak hanya berlaku di Iran, tetapi juga mencakup seluruh front pertempuran, termasuk di Lebanon.
Perkembangan ini turut dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif. Ia mengatakan upacara penandatanganan resmi “kesepakatan perdamaian” akan digelar di Swiss pada Jumat, 19 Juni.
Trump juga menyinggung peran Israel dalam proses menuju kesepakatan tersebut. Menurutnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu “seharusnya sangat berterima kasih” kepada Amerika Serikat atas tercapainya perjanjian damai tersebut.
Dalam pernyataannya, Trump bahkan mengkritik Netanyahu karena serangan yang dilakukan Israel ke Lebanon dinilai hampir menggagalkan proses perundingan yang tengah berlangsung.
Comment