Luwu Timur, Respublica— Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menegaskan sektor pertanian, perkebunan, dan ketahanan pangan tetap menjadi prioritas utama dalam pembangunan daerah.
Fokus tersebut diarahkan untuk memperkuat kemandirian pangan, meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Luwu Timur, Puspawati Husler, saat membacakan jawaban Bupati atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRD Lutim Senin (6/7/2026).
Menurut Puspawati, pembangunan sektor pertanian tidak hanya difokuskan pada peningkatan produksi, tetapi juga melalui penguatan infrastruktur yang mampu menunjang aktivitas pertanian secara berkelanjutan.
“Terkait pembangunan sektor pertanian, perkebunan, dan ketahanan pangan merupakan salah satu prioritas utama Pemkab Luwu Timur dalam mewujudkan kemandirian pangan daerah, peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan serta penguatan ekonomi masyarakat berbasis sumber daya lokal,” ujarnya.
Sebagai bentuk implementasi kebijakan tersebut, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus memperluas pembangunan infrastruktur pertanian. Sepanjang tahun 2025, pemerintah daerah berhasil merealisasikan pembangunan dan rehabilitasi 11 unit jaringan irigasi tersier yang tersebar di kecamatan-kecamatan sentra produksi pangan.
Keberadaan jaringan irigasi tersebut dinilai berperan penting dalam meningkatkan kelancaran distribusi air ke lahan pertanian. Dengan pasokan air yang lebih terjamin sepanjang musim tanam, petani diharapkan mampu mengurangi risiko gagal panen akibat kekeringan.
Selain itu, pengembangan infrastruktur irigasi juga diarahkan untuk meningkatkan indeks pertanaman, memperluas areal tanam produktif, serta mendongkrak produktivitas hasil pertanian.
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menilai pembangunan infrastruktur pertanian menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah.
Di tengah tantangan perubahan iklim dan kebutuhan pangan yang terus meningkat, keberadaan jaringan irigasi yang memadai dinilai menjadi faktor utama untuk menjaga kesinambungan produksi pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor tersebut.
Comment