Makassar, Respublica — Anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo mengunjungi langsung lokasi Kebakaran hebat melanda permukiman warga di Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Sabtu (1/8/2026).
Kebakaran hebat yang terjadi pada Jumat (31/7) sekitar pukul 01.47 Wita mengakibatkan 56 unit rumah dilaporkan ludes terbakar.

Dihadapan warga korban kebakaran, Rudianto Lallo menyampaikan belasungkawa sekaligus memastikan penanganan terhadap warga terdampak berjalan maksimal.
Dalam kunjungannya, Rudianto Lallo menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada seluruh korban. Ia mengajak masyarakat untuk tetap sabar, tabah, dan semangat menghadapi musibah yang telah menghanguskan puluhan rumah tersebut.
“Kami turut berduka atas musibah ini. Semoga seluruh warga diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan. Insya Allah kami akan terus mengawal agar seluruh bantuan dapat segera terealisasi,” kata anggota DPR dari Partai NasDem ini.
Berdasarkan data, kebakaran menghanguskan 56 unit rumah dan berdampak terhadap sekitar 310 jiwa. Penanganan darurat telah dilakukan secara cepat oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) serta Kementerian Sosial (Kemensos).
Rudianto Lallo menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Sosial agar kebutuhan dasar para korban segera terpenuhi.
Bantuan yang disalurkan meliputi kasur, selimut, pakaian, sembako, serta kebutuhan bagi anak-anak yang terdampak.
Selain bantuan pemerintah, secara pribadi Rudianto memberikan santunan kepada korban dengan nilai Rp1 juta untuk setiap rumah yang terdampak.
Sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan tersebut, Rudianto Lallo menegaskan akan terus mengawal proses bantuan, terutama terkait penggantian atau pembangunan kembali rumah warga yang terbakar.
“Yang paling penting saat ini adalah bagaimana rumah warga bisa segera direalisasikan penggantiannya. Mayoritas korban merupakan masyarakat kecil yang bekerja sebagai nelayan dan membutuhkan kepastian agar dapat kembali menjalani kehidupan secara normal,” katanya.
Comment