Barru, Respublica— Universitas Negeri Makassar (UNM) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan ekonomi masyarakat pesisir dengan menggelar menggelar pengabdian kepada masyarakat (PKM)
Temanya “Pemberdayaan Ekonomi Kelompok Wanita Tani Teratai Melalui Inovasi Pengolahan Ikan Nila Dan Pemasaran Di Desa Lipukasi Kabupaten Barru” dan dilaksanakan pada 3 s.d 4 September 2026 di Posyandu Cendrawasih Desa Lipukasi Kabupaten Barru. Kegiatan ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Pembukaan kegiatan PKM ini dihadiri KAUR Perencanaan Desa Lipukasi beserta aparat Desa, Kepala Dusun Pao Desa Lipukasi, Tim Pengabdi PKM UNM dan anggota Kelompok Wanita Tani Teratai sebagai peserta pelatihan.
Dalam sambutan pembukaan kegiatan PKM, KAUR Perencanaan Desa Lipukasi mengungkapkan pengetahuan dan keterampilan pengolahan ikan nila yang diberikan pemateri PKM dapat diterapkan agar dapat meningkatkan perekonomian keluarga wanita tani.
Program pengabdian menghadirkan tim pengabdi PKM Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNM, yakni Dr. Firdaus W. Suhaeb, M.Si, Amirah Mustarin, S.Pi., M.Si, dan Tiara Nur’aini, S.Pd., M.Si. Melalui kegiatan PKM ini, Kelompok Wanita Tani Teratai Desa Lipukasi memperoleh pendampingan mengenai inovasi pengolahan ikan nila agar mereka dapat memiliki pengetahuan dan keterampilan cara mendiversifikasi ikan nila menjadi aneka olahan.
Seperti abon ikan nila dan nugget ikan nila kemudian pengemasan dan strategi pemasaran melalui e-commerce dan aplikasi media online. Dengan harapan mereka dapat meningkatkan nilai tambah produk olahan lokal dan membuka peluang usaha berbasis kelompok tani.
Dilain pihak ketua tim Dr. Firdaus W. Suhaeb, menyatakan melalui pelatihan ini berharap anggota Kelompok Wanita Tani dapat mengembangkan pengetahuan pengolahan ikan nila menjadi produk olahan lokal.
“Juga, melalui pelatihan pengemasan dan pembuatan logo dapat memberikan nilai jual produk abon dan nugget ikan nila yang berasal dari desa Lipukasi sehingga nantinya dapat dipasarkan melalui e-commerce dan media sosial seperti Instagram. face book dan aplikasi media sosial lainnya,” ujarnya.
Para peserta pelatihan mengungkapkan rasa puas karena dapat termotivasi untuk lebih kreatif dalam mengolah ikan nila dan berharap dapat mengembangkan menjadi peluang wirausaha baru.
Comment